RadarBuleleng.id – PDI Perjuangan dijadwalkan menggelar Kongres pada tahun ini. Konon kongres akan digelar pada April 2025.
Namun hingga kini, belum ada kabar terkait kepastian pelaksanaan kongres. Kader-kader PDIP Bali yang duduk sebagai fungsionaris dan maupun pengurus struktur, juga belum mengetahui kabar tersebut.
Padahal selama ini PDIP selalu langganan menggelar kongres di Bali. Sehingga kader-kader PDIP di Bali biasanya selalu mendapat informasi lebih awal terkait pelaksanaan kongres.
Di tengah ketidakpastian itu, Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster mendadak menggelar pertemuan tertutup dengan seluruh Ketua DPC PDIP se-Bali.
Usai pertemuan, Koster menyebut bahwa rapat tersebut hanya membicarakan agenda Bulan Bung Karno. Tidak ada pembahasan terkait kongres PDIP.
"Pertemuan ini khusus membahas persiapan Bulan Bung Karno. Kami mengundang semua ketua DPC untuk koordinasi," kata Koster singkat.
Baca Juga: Praktik Kawin Kontrak WNA- WNI untuk Kuasai Properti di Bali, Giri Prasta: Dibutuhkan Perda Nominee
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Badung, I Nyoman Giri Prasta, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada informasi resmi dari DPP terkait pelaksanaan kongres.
"Soal kongres itu sepenuhnya kewenangan DPP Partai. Kami di daerah hanya menunggu arahan," ujar Giri yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali.
Ketika ditanya lebih lanjut soal kemungkinan Bali kembali ditunjuk sebagai tuan rumah kongres, Giri memilih irit bicara.
Namun, ia memastikan DPD PDIP Bali siap menyambut dengan maksimal jika memang kembali dipercaya.
"Kami tidak bisa mendahului keputusan Ibu Megawati. Tapi jika Bali dipilih lagi, tentu kami akan siapkan sebaik mungkin," ucapnya.
Disinggung soal Musyawarah Daerah (Musda), Giri juga mengaku belum mendapat informasi lebih lanjut. Meski masa jabatan pengurus DPD PDIP Bali semestinya berakhir pada 2024.
"Itu juga ranahnya DPP. Kami hanya menjalankan tugas sesuai arahan partai," tegasnya.
Ketika dicecar soal kemungkinan dirinya maju sebagai Ketua DPD menggantikan Koster, Giri langsung menampik dengan santai.
"Oh tidak. Tidak ada rencana ke arah sana," ujarnya sambil tertawa.
Nama Giri Prasta memang digadang-gadang nahkodai DPD PDIP Bali, menggantikan posisi Wayan Koster.
Koster sendiri dalam beberapa kesempatan mengaku akan melakukan transisi pola kepemimpinan. Utamanya dalam urusan pekerjaan sebagai Gubernur Bali.
Sebelumnya pada periode pertama, Koster banyak turun ke lapangan untuk mengecek sejumlah program yang dirancang.
Kini pada periode kedua, Koster mengklaim dirinya akan lebih banyak berurusan dengan urusan internal pemerintahan.
“Nanti Pak Wagub (Giri Prasta) yang lebih sering turun. Saya sudah 62 tahun, nah kalau Giri masih 50-an,” kata Koster saat bertemu dengan para kader PDI Perjuangan Buleleng di Wantilan Seni Sasana Budaya Buleleng, pada Rabu (11/12/2024).
Menurut Koster, dirinya sengaja menugaskan Giri Prasta lebih banyak ke lapangan. Tujuannya, lebih banyak bertemu dengan masyarakat.
Sementara dirinya akan fokus merealisasikan program-program dalam visi misi yang telah disampaikan pada masa kampanye.
“Harus disiapkan dari sekarang. Nanti juga akan melakukan konsolidasi, supaya struktur (partai) tetap kuat dan solid,” imbuhnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya