SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Politisi Partai Golkar, Gde Sumarjaya Linggih meyakini akan memenangkan Musda Golkar Bali secara aklamasi.
Pria yang akrab disapa Demer itu hanya perlu menunggu pelaksanaan Musda Bali. Mengingat Musda tersebut ditunda sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.
Saat ditemui di Singaraja, Demer mengaku masih menunggu jadwal resmi dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia terkait pelaksanaan Musda Golkar Bali.
“Pak Bahlil hari ini lagi di Rusia dengan pak presiden. Beliau memang mau hadir untuk (musda) yang di Bali. Memang jadwal beliau penuh sekali,” ujar Demer pada Sabtu (21/6/2025).
Demer memastikan dia akan maju sebagai calon Ketua DPD Golkar Bali. Terlebih dia telah mendapat sinyal positif dari DPP Golkar.
“Ada sinyal baik saya diizinkan maju oleh ketua umum. Karena kalau nggak diizinkan saya nggak berani juga. Karena saya menjabat di DPP, kedua juga ada tugas di DPR. Kalau nggak diizinkan, saya mundur,” kata pria asal Desa Tajun, Buleleng itu.
Meski jadwal Musda Bali mundur, Demer mengaku tidak risau. Sebab pendukungnya sudah sangat siap.
Bahkan dia mengklaim bisa memenangkan Musda secara aklamasi. Terlebih ia telah mengantongi dukungan lebih dari 70 persen pemegang hak suara.
“Harapan saya sih aklamasi. Karena dukungan ke saya hampir sudah lebih dari 70 persen pemegang hak suara. Syarat maju sebagai calon kan minimal mendapat dukungan 30 persen hak suara, kalau nggak sampai 30 persen ya artinya nggak bisa maju,” ungkap pria yang juga Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
Asal tahu saja berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, ada beberapa organisasi yang memegang hak suara pada Musda Golkar Bali.
Diantaranya DPD II kabupaten/kota se-Bali yang masing-masing memiliki satu hak suara, DPD I yang memiliki 1 hak suara, DPP Golkar 1 hak suara, Dewan Penasihat 1 hak suara, serta Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) yang harus berbagi 1 hak suara.
Selain itu ada organisasi panca karya yang meliputi Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Golkar, Satuan Karya (Satkar) Ulama Indonesia, Majelis Dakwah Islamiah (MDI), Pengajian Al-Hidayah, Himpunan Wanita Indonesia (HWI) Karya yang masing-masing memegang satu hak suara.
Kemudian ada organisasi tri karya yang meliputi Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957, dan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) yang masing-masing memiliki satu hak suara. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya