RadarBuleleng.id - Meski Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 masih empat tahun lagi, suhu politik di Bali mulai menghangat.
Tanda-tandanya terlihat dari gerakan Relawan Nyama Braya Gibran yang resmi membentuk kepengurusan dan mulai melakukan konsolidasi politik di Kabupaten Tabanan, Bali.
Uniknya konsolidasi itu dilakukan oleh politisi asal Buleleng, Dewa Nyoman Sukrawan. Adapun Sukrawan kini disebut masih berstatus sebagai kader Partai Demokrat.
Konsolidasi itu berlangsung di restoran The Limo, Tabanan, Selasa (4/11/2025).
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum pembentukan struktur organisasi Relawan Nyama Braya Gibran Bali di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga ke tingkat banjar.
“Kami mulai menghangatkan mesin politik dengan membentuk kepengurusan lengkap di seluruh tingkatan,” ujar Ketua Relawan Nyama Braya Gibran Bali, I Dewa Nyoman Sukrawan
Menurut Sukrawan, Relawan Nyama Braya Gibran sebenarnya sudah terbentuk setahun lalu di seluruh Bali.
Namun, konsolidasi kali ini difokuskan untuk menyempurnakan struktur dan memperkuat koordinasi antar wilayah.
“Kami sudah membentuk formatur kepengurusan, dan ini akan terus kami lanjutkan ke kabupaten lainnya,” jelas politisi asal Desa Bungkulan itu.
Setelah Tabanan, gerakan konsolidasi akan berlanjut ke Buleleng, Jembrana, dan kabupaten lain di Bali. Tujuannya, memperkuat jaringan dan kesiapan relawan menghadapi hajatan politik Pilpres 2029.
“Kenapa kami pilih Tabanan? Karena secara politik, Tabanan adalah daerah strategis dan punya pengaruh besar di Bali. Jadi kami punya hitung-hitungan politik tersendiri,” ungkap Sukrawan.
Ia menegaskan, setelah terbentuknya kepengurusan kabupaten, tugas relawan akan fokus membangun basis hingga tingkat desa, banjar, bahkan Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Mengenai arah dukungan, Sukrawan tidak menutupinya. Relawan ini secara terbuka menyatakan dukungan penuh kepada Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.
“Selama Mas Gibran berkenan, kami akan tetap membawa nama, logo, dan semangat Nyama Braya Gibran. Tapi kalau beliau tidak menghendaki, relawan ini otomatis bubar,” tegasnya.
Relawan Nyama Braya Gibran juga berkomitmen mendukung dan mengawal program-program pemerintah pusat maupun daerah agar sampai ke masyarakat.
“Intinya kami ingin memperkuat posisi Mas Gibran sekaligus mendukung kebijakan pemerintah yang pro rakyat,” imbuh Sukrawan.
Menariknya, relawan ini bersifat terbuka untuk siapapun tanpa batasan latar belakang. Baik kader partai politik, petani, hingga buruh bisa bergabung. Saat ini, jumlah anggota yang terdata mencapai 80 ribu orang di seluruh Bali.
“Siapa saja boleh masuk. Namanya relawan, bergabungnya karena panggilan hati,” pungkas Sukrawan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya