RadarBuleleng.id - Permasalahan akurasi Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan IV Tahun 2025 di Bali masih menjadi sorotan.
Hasil uji petik yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bali menemukan sejumlah ketidaksesuaian data di berbagai kategori pemilih.
Koordinator Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, mengungkapkan temuan tersebut berdasarkan pemeriksaan terhadap 1.395 sampel data pemilih.
“Dari 254 sampel, terdapat 8 data yang tidak sesuai, terutama pada kategori pindah domisili,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada kategori pemilih baru yang diuji sebanyak 189 sampel, seluruh data dinyatakan valid. Namun, persoalan justru mencuat pada kategori pemilih aktif.
Dari total 561 sampel pemilih aktif, ditemukan 94 data tidak sesuai. Mayoritas merupakan pemilih yang telah meninggal dunia namun masih tercatat aktif, yakni sebanyak 88 orang.
Selain itu, terdapat 1 pemilih yang sudah pindah domisili serta 5 orang yang telah berstatus anggota Polri tetapi masih masuk dalam daftar pemilih aktif.
“Selain itu terdapat 1 pemilih yang pindah domisili dan 5 pemilih yang telah menjadi anggota Polri namun masih tercatat sebagai pemilih aktif,” jelas wanita asal Buleleng itu.
Masalah serupa juga ditemukan pada data yang bersumber dari Polda Bali. Dari 321 data pensiunan Polri tahun 2025 yang diuji, sebanyak 106 orang belum terdaftar dalam data pemilih.
Sebaliknya, dari 233 data masyarakat sipil yang kini menjadi anggota Polri, terdapat 94 orang yang masih tercantum sebagai pemilih.
Menurut Ariyani, kondisi tersebut mencerminkan masih lemahnya sinkronisasi data antar instansi, khususnya terkait perubahan status pekerjaan yang berpengaruh langsung terhadap status hak pilih seseorang.
"Khususnya terkait perubahan status pekerjaan yang berdampak langsung pada status sebagai pemilih,” tegasnya.
Bawaslu Bali pun telah menyampaikan sejumlah rekomendasi perbaikan kepada KPU guna meningkatkan kualitas data pemilih.
Ariyani menekankan, akurasi data menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan pemilu yang jujur dan berintegritas.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pengawasan data pemilih agar tetap mutakhir.
"Partisipasi masyarakat sangat penting untuk memastikan data pemilih benar-benar mutakhir. Setiap peristiwa di lapangan menjadi bagian dari upaya bersama kita menjaga kualitas demokrasi,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya