Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Datangi Rumah Penyandang Disabilitas di Sukasada, Bawaslu Buleleng Dorong Demokrasi yang Lebih Inklusif

Francelino Junior • Selasa, 9 Juni 2026 | 04:55 WIB
BERJUMPA PEMILIH DISABILITASI: Komisioner Bawaslu Buleleng, I Ketut Adi Setiawan (dua dari kiri) bertemu dengan pemilih disabilitas asal Kelurahan Sukasada. (Bawaslu Buleleng)
BERJUMPA PEMILIH DISABILITASI: Komisioner Bawaslu Buleleng, I Ketut Adi Setiawan (dua dari kiri) bertemu dengan pemilih disabilitas asal Kelurahan Sukasada. (Bawaslu Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Upaya memperkuat demokrasi tidak melulu dilakukan melalui forum resmi atau ruang pertemuan. 

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Buleleng memilih turun langsung ke tengah masyarakat dengan menggelar konsolidasi demokrasi bersama penyandang disabilitas di wilayah Sangket, Kelurahan Sukasada, Senin (8/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Buleleng dalam mendorong demokrasi yang inklusif, sekaligus memastikan seluruh warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi tanpa terkecuali.

Dalam kunjungan itu, Anggota Bawaslu Buleleng, I Ketut Adi Setiawan berdialog langsung dengan warga untuk menyerap aspirasi serta mendengar berbagai persoalan yang dihadapi kelompok penyandang disabilitas, khususnya terkait akses terhadap informasi dan partisipasi dalam proses demokrasi.

Adi Setiawan menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak politik yang sama dengan warga negara lainnya. 

Karena itu, keberadaan mereka harus mendapat perhatian dalam setiap tahapan demokrasi, termasuk Pemilu dan Pemilihan.

"Demokrasi yang berkualitas adalah demokrasi yang memberikan ruang kepada seluruh warga negara tanpa terkecuali. Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi, menyampaikan pendapat, serta terlibat dalam setiap proses demokrasi. Karena itu, penting bagi kita untuk memastikan bahwa tidak ada satupun kelompok masyarakat yang terpinggirkan dalam pelaksanaan Pemilu maupun Pemilihan," ujarnya.

Menurut Adi, program pengawasan partisipatif yang selama ini dikembangkan Bawaslu tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga kelompok rentan yang sering menghadapi hambatan dalam memperoleh akses informasi maupun layanan kepemiluan.

Melalui pendekatan langsung ke masyarakat, Bawaslu ingin memastikan seluruh lapisan warga dapat terlibat aktif dalam pengawasan demokrasi.

"Kami ingin memastikan bahwa semangat pengawasan partisipatif dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kehadiran kami di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan sekaligus mendengar secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi warga, termasuk penyandang disabilitas," katanya.

Ia menambahkan, mewujudkan Pemilu yang inklusif bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu. 

Dukungan dari berbagai pihak diperlukan agar akses terhadap pendidikan politik, informasi kepemiluan, hingga partisipasi dalam pengawasan dapat dinikmati secara setara oleh seluruh masyarakat.

"Pemilu yang inklusif bukan hanya tentang menyediakan akses saat hari pemungutan suara, tetapi juga memastikan seluruh tahapan dapat diikuti dan dipahami oleh semua kalangan. Ketika seluruh masyarakat dapat berpartisipasi secara setara, maka kualitas demokrasi akan semakin kuat," tambahnya.

Selain berdialog mengenai demokrasi dan kepemiluan, Bawaslu Buleleng juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga yang dikunjungi. 

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat hubungan antara lembaga dan masyarakat.

Adi berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit membantu kebutuhan sehari-hari penerima manfaat serta memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#bawaslu #disabilitas #bawaslu buleleng #politik #buleleng