SAWAN, RadarBuleleng.id - Kemiskinan masih menjadi masalah serius di Buleleng. Masalah kemiskinan muncul akibat masalah ekonomi di keluarga.
Seperti di Desa Sangsit, Kecamatan Sawan. Ada satu keluarga yang harus bertahan di rumah kontrakan seadanya, karena tak punya biaya.
Keluarga itu adalah keluarga Kadek Subawa. Subawa bersama istrinya Luh Sutiasih harus bertahan di rumah kontrakan.
Tapi bukan itu masalah utama yang dihadapi. Anak-anak dari Subawa dan Sutiasih kini dalam kondisi sakit.
Mereka adalah Gede Mapendra Jiwa Suputra yang baru berusia 3 tahun, dan Kadek Widi Suputra yang baru berusia 2 tahun. Keduanya masih balita.
Baca Juga: Pemkab Buleleng Klaim Angka Kemiskinan Merosot
Mapendra Jiwa mengalami hidrosefalus. Di dalam tubuhnya terpasang selang, sehingga dia tidak bisa bergerak leluasa. Mapendra hanya duduk di kursi roda.
Sementara Kadek Widi menderita jantung bocor dan bibir sumbing. Masalah kesehatan itu yang membuat keluarga mereka kurang produktif.
Keluarga ini harus bertahan dengan pendapatan pas-pasan. Pendapatan yang berhasil terkumpul, diprioritaskan untuk memenuhi biaya pengobatan serta kebutuhan anak-anak.
Sisanya digunakan untuk membayar kontrakan. Selebihnya digunakan untuk makan sehari-hari dengan menu seadanya.
Batas akhir sewa rumah kontrakan mereka akan berakhir pada 1 Agustus mendatang. Sementara biaya untuk membayar sewa kontrakan belum mencukupi.
Kondisi itu menarik perhatian Pemprov Bali. Pemprov memberikan bantuan Rumah Sejahtera Terpadu serta biaya pengobatan pada keluarga Kadek Subawa.
Bantuan rumah sejahtera terpadu itu merupakan hasil keroyokan antara Dinas Ketenagakerjaan ESDM Bali, Dinas PUPRKim Bali, Dinas KLH Bali, Dinas Kebudayaan Bali, Dinas PMPTSP Bali, dan Biro PBJ Ekbang Provinsi Bali.
Selain bantuan rumah sejahtera terpadu, keluarga tersebut juga menerima bantuan uang tunai, bahan pokok berupa beras Nutri-Zinc (khusus untuk memperbaiki gizi, kesehatan anak stunting), telur, dan pampers.
Bantuan tersebut diserahkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali, I Wayan Sunada yang disaksikan Perbekel Sangsit, Putu Arya Suyasa.
Sunada berharap kehadiran program bertajuk ‘Pemprov Bali Hadir’ tersebut dapat membantu meringankan warga yang benar-benar membutuhkan.
Hal itu juga diharapkan mampu memberi motivasi pihak lain untuk turut berbagi dan bangkit ‘Ngrombo’ bagi kepentingan mensejahterakan masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu Perbekel Sangsit, Putu Arya Suyasa mengucapkan terima kasih atas kehadiran pemerintah untuk warganya. Pihaknya siap untuk mengawal bantuan bagi warganya tersebut. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya