Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mantap! Petani di Desa Sudaji Buleleng, Kembangkan Pertanian Organik

Eka Prasetya • Sabtu, 8 Juni 2024 | 01:26 WIB

 

ORGANIK: Petani di Subak Getih mengambil ubinan padi yang ditanam menggunakan sistem pertanian organik.
ORGANIK: Petani di Subak Getih mengambil ubinan padi yang ditanam menggunakan sistem pertanian organik.

SAWAN, RadarBali.id - Petani di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, kini tengah mengembangkan pola pertanian organik.

Proses penerapan pertanian organik itu diharapkan memberi pendapatan yang lebih baik bagi para petani.

Pertanian organik itu dilakukan oleh petani di Subak Getih Sudaji, Buleleng. Mereka tengah melakukan uji coba pertanian organik pada lahan seluas 75 are.

Mereka pun melakukan proses pengambilan sampel hasil panen alias pengambilan ubinan di lahan uji coba.

Dari hasil pengambilan ubinan itu, ternyata hasil panen petani meningkat secara signifikan. Bahkan hampir dua kali lipat.

Sebagai perbandingan saja, saat menggunakan pupuk kimia, petani hanya mampu menghasilkan sebanyak 3 ton gabah setiap kali panen.

Kini setelah menerapkan sistem pertanian organik, hasil panen bertambah menjadi 5,9 ton untuk setiap kali panen.

“Ini menunjukkan hasilnya cukup signifikan. Sehingga kami mendorong agar petani di kelompok tersebut beralih menggunakan sistem pertanian organik,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Buleleng, I Gusti Ayu Maya Kurnia.

Menurut Maya, saat ini petani sudah mulai melirik potensi menanam padi dengan sistem pertanian organik.

Alasannya bercocok tanam dengan sistem organik berpotensi mendatangkan hasil yang lebih baik. Selain itu petani juga bisa memproduksi pupuk secara mandiri.

“Ini memang tidak bisa instan, tetapi secara bertahap semua petani di setiap kecamatan di Buleleng sudah mulai mengikuti program ini," ujarnya.

Sementara itu, Kelian Subak Getih, Gede Ardika mengatakan, pihaknya sengaja menerapkan sistem pertanian organik. 

Tujuannya memberikan contoh kepada 17 subak lainnya di Kecamatan Sawan tentang dampak positif dari pertanian organik. 

Gede Ardika menjelaskan, penanaman padi di subaknya menggunakan metode SRI (System of Rice Intensification). 

Dengan metode tersebut, petani dapat menghemat penggunaan benih, air, serta beralih dari pupuk dan pestisida kimia ke pupuk organik. 

"Kami bisa mendapatkan hasil panen yang lebih memuaskan dibandingkan metode sebelumnya," katanya.

Menurutnya perlu waktu selama 4 bulan bagi para petani melakukan uji coba. Awalnya petani juga sempat was-was bila hasilnya tidak memuaskan.

Namun kini setelah melakukannya secara langsung, petani merasakan langsung dampaknya.

"Astungkara, setelah empat bulan kami bisa merasakan dampaknya. Hasilnya sangat luar biasa. Semoga ini bisa menjadi contoh bagi subak lainnya,” demikian Ardika. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#sawan #padi #gabah #petani #subak #organik #buleleng #sudaji #pertanian organik