SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Hujan yang mengguyur wilayah Buleleng memicu terjadinya tanah longsor di Banjar Dinas Kaje Kangin, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Rabu (6/5/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WITA.
Peristiwa tersebut menyebabkan tembok senderan rumah milik Komang Suartama jebol dan material longsoran menutup akses jalan kabupaten menuju Desa Bebetin.
Berdasarkan hasil asesmen cepat BPBD Buleleng, kerusakan tergolong berat. Tembok pondasi sepanjang 12 meter dengan tinggi 4 meter dilaporkan roboh akibat resapan air yang tidak mampu ditahan struktur tanah.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, menjelaskan bahwa kerusakan bermula dari retakan pada tembok senderan yang kemudian runtuh setelah diguyur hujan.
“Sesuai laporan yang kami terima, ada senderan rumah jebol. Awalnya di senderan itu ada retakan, kemudian jebol ke bawah. Memang juga kondisinya ada hujan,” ujarnya.
Akibat dari longsoran tersebut, akses jalan dari Desa Sudaji menuju Desa Bebetin, tak bisa dilalui kendaraan.
BPBD Buleleng telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen. Namun hingga sore hari, akses jalan tersebut masih belum bisa dilalui kendaraan.
Meski akses utama terganggu, Suyasa memastikan wilayah tidak sampai terisolasi karena masih tersedia jalur alternatif lainnya.
BPBD Buleleng saat ini terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PU-Perkim) untuk mobilisasi alat berat, guna mempercepat proses pembersihan.
Menurutnya penanganan secara manual sulit dilakukan. Mengingat material yang menimbun jalan cukup banyak.
“Yang berat itu beton yang menutup akses jalan. Makanya perlu mobilisasi alat berat. Kami masih berkoordinasi dengan Dinas PU, mudah-mudahan bisa digerakkan,” kata Suyasa.
Dalam penanganan awal, Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu 3 BPBD Buleleng bersama aparat desa dan masyarakat setempat telah melakukan asesmen serta menyalurkan bantuan logistik berupa satu paket sembako, satu lembar matras, satu paket selimut, dan satu terpal kepada warga terdampak.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 60 juta. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya