Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Warga Pengastulan Latihan Evakuasi Gempa dan Tsunami. Masih Perlu Tambahan Titik Kumpul

Eka Prasetya • Jumat, 26 September 2025 | 16:24 WIB

 

SIMULASI: Pelajar di Desa Pengastulan melakukan simulasi gempa dan tsunami.
SIMULASI: Pelajar di Desa Pengastulan melakukan simulasi gempa dan tsunami.

SERIRIT, RadarBuleleng.id – Ratusan warga Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, kembali mengasah kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi dan tsunami. 

Kemarin (25/9/2025), mereka mengikuti simulasi Indian Ocean Wave 2025 yang difasilitasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). 

Dalam latihan tersebut terungkap bahwa masih perlu penambahan jalur evakuasi dan titik kumpul baru di desa berpenduduk lebih dari 5.000 jiwa tersebut.

Simulasi dimulai pukul 07.30 WITA dengan pengarahan dari aparat desa. Sekitar pukul 08.10 Wita, sirine tanda gempa berbunyi. 

Skenarionya, bumi diguncang gempa dan disusul ancaman tsunami. Warga, termasuk pelajar SD, madrasah, hingga relawan tsunami ready, bergerak menuju titik kumpul yang tersedia di kantor desa, pura, dan masjid.

Baca Juga: Perempuan Disabilitas di Buleleng jadi Korban Rudapaksa, Polisi Jemput Bola Tangani Kasus 

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, menyebut respons warga sudah semakin terlatih. Namun, jalur evakuasi masih menjadi kendala.

“Desa Pengastulan hanya memiliki satu pintu keluar tanpa jalur alternatif. Dengan jumlah warga lebih dari 5 ribu orang, potensi penumpukan sangat besar,” ungkap Ariadi.

Ia juga menyoroti keterbatasan waktu evakuasi. Dalam skenario tsunami setinggi 1,5 meter, warga hanya punya waktu emas sekitar 4 menit.

“Sejauh ini baru ada tiga titik kumpul. Ke depan harus ditambah, supaya evakuasi lebih cepat dan tidak menumpuk di satu lokasi,” jelasnya.

Meski Buleleng tidak masuk zona megathrust seperti Selat Sunda atau Mentawai, daerah tersebut tetap rawan. 

Garis pantai yang panjang dan aktivitas seismik membuat potensi ancaman tsunami tetap ada. 

Karena itu, pembentukan relawan tsunami ready yang diakui UNESCO di Desa Pengastulan terus diperkuat sebagai garda terdepan mitigasi bencana. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#evakuasi #gempa #warga #Pengastulan #tsunami #bmkg #bpbd #seririt #buleleng #gempa bumi #titik kumpul