Hiu Paus Terdampar di Pantai Seririt, Diduga Alami Gangguan Sensorik Akibat Kapal Seismik

Eka Prasetya • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:23 WIB
EVAKUASI: Mamalia laut hiu paus yang ditemukan terdampar di perairan pantai Kelurahan Seririt. (BPBD Buleleng)
EVAKUASI: Mamalia laut hiu paus yang ditemukan terdampar di perairan pantai Kelurahan Seririt. (BPBD Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Warga dan nelayan di pesisir Pantai Seririt, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, dikejutkan oleh kemunculan seekor mamalia laut berukuran besar jenis hiu paus (Rhincodon typus) yang terdampar di perairan setempat, Kamis (15/10/2026) siang.

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Buleleng, hiu paus tutul tersebut pertama kali diketahui berada di bibir pantai sekitar pukul 11.00 WITA. 

Tim Reaksi Cepat (TRC) PB BPBD Regu III yang menerima informasi langsung turun tangan ke lokasi untuk melakukan evakuasi bersama warga sekitar.

Proses penanganan berlangsung cukup lama, yakni mulai pukul 11.40 WITA hingga 14.30 WITA. 

Hingga sore hari, posisi ikan berukuran raksasa tersebut dilaporkan sudah berada di dalam laut dengan jarak kurang lebih 100 meter dari garis daratan, meski masih terlihat berenang bolak-balik di sekitar pesisir.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Distankan) Buleleng, Gede Melandrat mengungkapkan, hiu paus tersebut sempat beberapa kali kembali mendekati bibir pantai meski telah didorong oleh nelayan dan petugas ke tengah laut.

Dari hasil analisis sementara, mamalia laut dilindungi tersebut diduga mengalami gangguan pada sistem sensorik dan navigasinya sehingga mengalami stres.

”Hiu paus masih di pantai, tadi didorong nelayan dan warga sudah ke tengah, lalu ke pinggir lagi. Posisinya di pinggir tapi mengambang. Hasil analisa kami, hiu paus ini lagi mengalami gangguan sensorik sepertinya,” ungkap Gede Melandrat, Kamis (15/10/2026).

Melandrat menjelaskan, penanganan hiu paus yang terdampar tidak boleh dilakukan secara sembarangan, khususnya dilarang menarik bagian ekor karena berisiko memicu cedera fatal.

”Kalau posisi sudah mengambang, biasanya diupayakan dengan membuat bunyi-bunyian di dalam air supaya dia merespons ke tengah. Kami sudah sampaikan panduan itu ke penyuluh,” tambahnya.

Lebih lanjut, Melandrat menduga satwa laut tersebut mengalami disorientasi akibat gelombang suara dari aktivitas kapal seismik yang melintas di perairan Bali Utara. 

Terlebih, jadwal survei seismik di kawasan laut Bali utara memang dilaporkan berlangsung pada pertengahan Oktober ini.

”Mungkin ada kapal seismik lewat. Biasanya setiap ada kapal seismik lewat dan menghidupkan alatnya tidak sesuai SOP, banyak mamalia termasuk hiu paus yang terdampak. Setahu kami, pertengahan Oktober ini ada survei besar di laut Bali utara, mungkin kapal sedang lewat atau persiapan,” paparnya.

Pihaknya saat ini tengah memastikan informasi tersebut dengan berkoordinasi dan melakukan pengecekan melalui sistem marine traffic.”Sampai saat ini hiu paus tersebut masih wara-wiri di pesisir laut karena mengalami stres dan belum bisa langsung ke tengah. Namun, kondisinya terus dipantau dan diawasi secara ketat oleh masyarakat serta nelayan setempat,” pungkas Melandrat. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Buleleng Hari Ini Distankan Buleleng Hiu Paus Terdampar Pantai Seririt bpbd buleleng