Pemuda Buleleng Baku Hantam saat Hari Raya Galungan, Perbekel Petandakan dan Lurah Banyuning Sampaikan Permintaan Maaf

Francelino Junior • Dipublikasikan Kamis, 26 September 2024 | 19:39 WIB

 

MINTA MAAF: Perbekel Petandakan, Wayan Joni Arianto (depan kanan) dan Lurah Banyuning, Nyoman Mulyawan (depan kiri) menyampaikan permintaan maaf di Polsek Kota Singaraja.
MINTA MAAF: Perbekel Petandakan, Wayan Joni Arianto (depan kanan) dan Lurah Banyuning, Nyoman Mulyawan (depan kiri) menyampaikan permintaan maaf di Polsek Kota Singaraja.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Perkelahian  antar kelompok pemuda di Buleleng, pecah saat hari raya Galungan, Rabu (25/9/2024).

Keributan itu melibatkan kelompok pemuda dari Desa Petandakan dan Kelurahan Banyuning, yang notabene desa bertetangga di Kecamatan Buleleng.

Menyusul perkelahian tersebut, polisi telah memeriksa sebelas orang saksi yang diduga mengetahui peristiwa tersebut.

Polisi juga memanggil Perbekel Petandakan, Wayan Joni Arianto serta Lurah Banyuning, Nyoman Mulyawan, untuk membina para pemuda.

Perbekel Petandakan dan Lurah Banyuning pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait kejadian tersebut.

Baca Juga: Pemuda Buleleng Baku Hantam saat Hari Raya Galungan, Perbekel Petandakan dan Lurah Banyuning Sampaikan Permintaan Maaf

Perbekel Petandakan, Wayan Joni Arianto mengatakan pihaknya memohon maaf kepada masyarakat dan institusi Polri terkait kejadian tersebut.

Ia meminta maaf karena para pemuda dari Desa Petandakan dan Kelurahan Banyuning berseteru hingga mengganggu ketertiban. Terlebih hal itu terjadi saat hari raya Galungan.

“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat pada umumnya dan begitu juga dalam hal ini kami memohon maaf kepada institusi polri, khususnya Bapak Kapolres Buleleng beserta jajaran,” kata Joni.

Ia menyebut para pemuda sudah bertemu di Polsek Kota Singaraja dan sepakat menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.

“Sudah melakukan mediasi, melakukan perdamaian, yang mana anak-anak kami sudah saling memaafkan,” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Lurah Banyuning, Nyoman Mulyawan. Ia mengaku sangat menyayangkan peristiwa tersebut.

Ia menyebut kedua belah pihak sudah sepakat menyelesaikan  masalah tersebut lewat jalur kekeluargaan.

“Kami kedua belah pihak antara Perbekel Petandakan, saya sebagai lurah, dan anak-anak kami semuanya sudah sepakat untuk tidak melakukan lagi hal yang meresahkan masyarakat,” kata Mulyawan.

Mulyawan juga menyatakan para pemuda berjanji tidak akan mengulangi hal serupa. Apabila terulang, maka pihaknya akan membantu institusi Polri menindak hal tersebut.

“Semoga kedepan tidak ada lagi, dan kami siap membantu Polri dalam penegakan kamtibmas di Kelurahan Banyuning dan Petandakan,” demikian Mulyawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, keributan antar kelompok pemuda pecah di Buleleng. Keributan itu melibatkan kelompok pemuda di Desa Petandakan dan pemuda di Kelurahan Banyuning.

Peristiwa bermula saat dua orang pemuda, masing-masing Kadek Is dan Krisna alias Dower terlibat perang komentar di media sosial TikTok.

Dari perang komentar itu, mereka berdua janji bertemu di Pantai Penarukan pada Rabu (25/9/2024) sore.

Ketika bertemu, mereka terlibat adu mulut, hingga akhirnya berujung aksi adu jotos.

“Sebenarnya perkelahian itu sudah selesai. Mereka sudah berdamai,” kata Kapolsek Singaraja, Kompol Made Agus Dwi Wirawan.

Setelah perkelahian itu, diduga ada salah seorang pemuda yang menyebarkan informasi kepada kelompoknya.

Dampaknya terjadi penghadangan di simpang Banyuning, yang berujung pada peristiwa pengeroyokan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Petandakan Banyuning pemuda perbekel lurah buleleng Singaraja perkelahian