SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Calon Wakil Bupati Buleleng terpilih, Gede Supriatna mengecek kawasan Kelurahan Kampung Anyar yang terdampak banjir.
Di kawasan tersebut, sekitar 40 kepala keluarga di Kota Singaraja terdampak banjir. Ketika banjir terjadi, ketinggian air bahkan mencapai pinggang orang dewasa.
Kepala Lingkungan Kampung Anyar Selatan, Putu Bagiasa mengatakan, wilayahnya memang langganan banjir.
Biasanya banjir terjadi pada puncak musim hujan. Namun kini banjir justru terjadi pada awal musim penghujan.
Dampaknya puluhan warga di RT 02 dan RT 04 terdampak banjir. Kedua kawasan itu berdekatan dengan Kali Mumbul yang menjadi saluran utama pembuangan air limpahan di Kota Singaraja.
“Memang sudah rutin begini. Apalagi warga di RT 02 yang tinggal dekat aliran kali. Karena posisi rumahnya lebih rendah dari kali,” ungkap Bagiasa.
Bagiasa menyebut sejak tahun 2000-an wilayah itu kerap tergenang banjir. Hampir tiap tahun selalu terjadi bencana alam di wilayah tersebut.
Pemerintah sudah pernah membuat sodetan di sekitar kawasan itu. Namun banjir masih terjadi.
Calon Wakil Bupati Buleleng terpilih, Gede Supriatna sore tadi langsung mengecek wilayah yang tergenang banjir.
Supriatna mengatakan, masalah itu sebenarnya sudah berlarut-larut. Perlu disiapkan solusi tuntas untuk menangani permasalah tersebut.
Menurut Supriatna, secara historis aliran Kali Mumbul memang menjadi saluran pembuangan air primer di Kota Singaraja. Saluran itu sudah disiapkan sejak zaman kolonial.
“Ini perlu dicarikan solusi komprehensif. Supaya masalahnya tidak terulang terus dari tahun ke tahun. Kami akan cari solusinya secara teknis,” kata Supriatna. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya