Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

LDC Tetap Eksis! Bantu Fogging Rumah Warga di Desa Tukadmungga, Buleleng

Eka Prasetya • Senin, 24 Maret 2025 | 00:42 WIB

 

FOGGING: Relawan dari Loyalis Dokter Caput (LDC) melakukan aksi bakti sosial dengan melakukan fogging di Desa Tukadmungga, Buleleng.
FOGGING: Relawan dari Loyalis Dokter Caput (LDC) melakukan aksi bakti sosial dengan melakukan fogging di Desa Tukadmungga, Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Komunitas relawan Loyalis Dokter Caput (LDC) masih eksis. Mereka terus melakukan aksi sosial, meski kontestasi politik sudah usai.

Hal itu menunjukkan bila para relawan tetap bergerak, tanpa ada kepentingan politik. Melainkan murni aktivitas sosial.

Seperti yang berlangsung di Desa Tukadmungga, Buleleng, pada Minggu (23/3/2025) pagi.

Para relawan melakukan aksi fogging massal. Mereka melakukan aksi bakti sosial tersebut atas permintaan warga.

Maklum saja, pada bulan ini sudah ada 8 orang warga di Desa Tukadmungga yang terjangkit penyakit demam berdarah. Warga pun meminta bantuan kepada relawan untuk melakukan fogging.

Baca Juga: Loyalis Dokter Caput Tarik Dukungan dari PDI Perjuangan. LDC: Kami Siap Tarung!

Relawan kemudian melakukan pengasapan di penjuru desa. Termasuk ke gang sempit kawasan pemukiman warga. 

Mereka juga menyemprotkan cairan anti nyamuk pada selokan maupun genangan air untuk menekan populasi Aedes aegypti.

Tokoh masyarakat, dr. Ketut Putra Sedana alias dr. Caput menegaskan bahwa aksi bakti sosial tetap berlanjut. Meski dia tidak lagi menjadi kader partai politik. Menurutnya, aksi bakti sosial dapat dilakukan lewat berbagai wadah.

Ia mengklaim, ini bukan pertama kalinya komunitas LDC melakukan bakti sosial. Terutama kegiatan fogging.

“Kami turun langsung melakukan fogging atas dasar permohonan masyarakat. Kasus DBD jelas meningkat, dan ini salah satu cara untuk mengantisipasi penyebarannya,” tegasnya.

Ia mencatat sejak awal tahun 2025 saja, sudah tercatat lebih dari 120 kasus DBD yang tersebar di berbagai wilayah seperti Jagaraga, Banjar Bantuan, hingga Panji. Lonjakan kasus ini bahkan sudah mulai terlihat sejak tahun 2022.

Selain fogging, dr. Caput juga menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). 

Menurut Dokter Caput, DBD bisa dicegah jika masyarakat aktif membersihkan lingkungan, menutup tempat penampungan air, serta tidak membiarkan genangan menjadi sarang nyamuk.

“Kami harap kegiatan ini menjadi pengingat bagi semua pihak. Menjaga lingkungan itu tanggung jawab bersama. Fogging ini pun kami lakukan dengan dana pribadi, karena kami merasa terpanggil untuk berbuat demi kesehatan masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Perbekel Tukadmungga, Kadek Surya Darmawan mengatakan, kasus demam berdarah di desanya memang naik.

Menurutnya, fogging hanyalah salah satu langkah antisipatif dari rangkaian upaya pencegahan yang lebih luas.

“Fogging memang bukan solusi utama, tapi penting untuk memutus siklus nyamuk. Yang terpenting adalah kesadaran warga menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat,” ujarnya.

Menurut Surya, Pemdes Tukadmungga telah bersurat kepada pemerintah daerah serta menjalin sinergi dengan relawan untuk percepatan penanganan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#LDC #bakti sosial #fogging #politik #demam berdarah #tukadmungga #nyamuk #dokter caput #Loyalis Dokter Caput #buleleng #relawan