SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kemacetan parah menghantui ruas Jalan Laksamana, Desa Baktiseraga pada Selasa (13/1/2026) pagi.
Kemacetan kendaraan mengular hingga sejauh 2 kilometer. Menjadikan kondisi kemacetan terparah yang terjadi pada awal tahun ini.
Kemacetan dilaporkan mulai terjadi sejak pukul 06.45 WITA. Arus kendaraan baru kembali lancar sekitar pukul 08.15 WITA.
Adapun titik kemacetan terpusat di simpang tiga Jalan Laksamana-Jalan Srikandi, serta Simpang Tiga Batalyon Raider.
Untuk mengurai kemacetan, petugas Dinas Perhubungan Buleleng bahkan harus menutup sebagian ruas jalan.
Arus lalu lintas di Jalan Pahlawan misalnya. Ditutup sementara menjadi satu arah dari arah Batalyon Raider menuju Kantor Bupati Buleleng.
Baca Juga: Detik-detik Warga Temukan Jenazah Made Serina di Pantai Lingga: Tak Menyangka Mantan Atasan
Demikian pula dengan arus lalu lintas di Simpang Patung Bima, Banyuasri, arus kendaraan dialihkan menuju Jalan Ahmad Yani.
Sementara di Jalan Laksamana, pengguna kendaraan roda empat dianjurkan melalui jalur alternatif menuju LC Baktiseraga.
Kondisi kemacetan di ruas tersebut menjadi perbincangan warga. Banyak yang mengunggahnya ke media sosial, dan menjadikannya story.
Sejumlah netizen bahkan menyebut ruas Jalan Laksamana sebagai “Canggu”-nya Kota Singaraja. Karena kerap terjadi kemacetan.
Salah seorang warga, Putu Nova Putra menyebut kemacetan kerap terjadi di ruas jalan tersebut.
Kemacetan biasanya terjadi pada pukul 06.30 hingga 08.00 pagi. Seiring dengan siswa yang berangkat sekolah dan pegawai yang masuk kerja.
Selain itu kemacetan juga terjadi pukul 15.30 WITA hingga pukul 16.30 WITA. Pada jam tersebut, siswa pulang sekolah dan pegawai kantoran juga usai bekerja.
“Jam istirahat kantor itu dari jam 12.00 kadang juga macet di sana,” kata Nova.
Sementara itu, Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) pada Dinas Perhubungan Buleleng, Cok Aditya Wira Putra mengatakan, kemacetan terjadi selama 1,5 jam.
Dari hasil identifikasi, kemacetan dipicu luapan air yang meluap dari depan Toko Singaraja (Tosi) hingga ke timur.
Selain itu ada jalan berlubang di depan Alfamart Baktiseraga yang menyebabkan kendaraan tersendat.
“Selain itu volume kendaraan meningkat dari arah timur maupun barat. Ini terjadi karena hunian di Baktiseraga, Panji, dan Sambangan semakin padat. Ditambah lagi ada 4 sekolah di jalur menuju Sambangan,” kata Cok Aditya.
Dishub akan menerjunkan personil untuk membantu mengatur arus lalu lintas apabila terjadi kemacetan. “Kalau kemacetannya cukup parah, kami juga akan melakukan pengalihan arus secara situasional,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya