SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Ruas Jalan Pattimura, Singaraja, yang mengalami kerusakan parah dipastikan akan segera diperbaiki tahun ini.
Pemkab Buleleng melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman (PU-Perkim) telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar untuk pengaspalan.
Kepala Dinas PU-Perkim Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra mengatakan, saat ini proyek tersebut masih menunggu proses evaluasi dari Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Buleleng.
“Untuk yang di Pattimura sudah kami anggarkan. Sekarang sedang menunggu evaluasi dari PBJ. Tahun ini memang sudah kita anggarkan,” ujar Adiptha saat ditemui pada Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, kerusakan Jalan Pattimura bukan persoalan baru. Ruas tersebut kerap mengalami genangan air dan dilintasi kendaraan berat, terutama truk, sehingga mempercepat kerusakan jalan.
“Setiap bulan sebenarnya sudah kami lakukan pemeliharaan. Tapi rusak lagi karena kondisi di lapangan,” jelasnya.
Sebagai solusi, pemerintah tetap memilih pengaspalan dibandingkan betonisasi. Pertimbangannya, biaya beton jauh lebih tinggi dan berdampak pada keterbatasan anggaran untuk ruas jalan lain.
“Kalau pengaspalan, satu kilometer bisa habis sekitar Rp 2 miliar. Kalau betonisasi bisa sampai Rp 10 miliar. Kalau hanya Pattimura yang dibeton, jalan lain tidak dapat program,” ungkapnya.
Selain faktor biaya, proses pengerjaan beton juga membutuhkan waktu lebih lama. Minimal 21 hari masa pengeringan dinilai akan mengganggu aktivitas masyarakat di jalur tersebut.
Untuk meningkatkan daya tahan jalan, Pemkab Buleleng menyiapkan strategi kombinasi. Bagian bahu jalan akan dibeton, sementara badan jalan tetap menggunakan aspal.
“Harapannya dengan kombinasi ini jalan bisa lebih awet,” tambah Adiptha.
Sebelumnya, kondisi Jalan Pattimura dan Jalan Merak sempat dikeluhkan warga karena kerusakannya cukup parah. Bahkan pihak kelurahan sempat memasang spanduk peringatan agar pengendara lebih berhati-hati saat melintas.
Kerusakan sudah berlangsung lama dan semakin parah dalam beberapa bulan terakhir. Warga bahkan beberapa kali melakukan penanganan darurat dengan menutup lubang menggunakan material seadanya.
Ruas tersebut diketahui menjadi jalur utama kendaraan berat dari arah Jalan Dewi Sartika Utara menuju Jalan Merak hingga tembus ke Jalan Pattimura dan Jalan Erlangga.
Kondisi drainase yang buruk dan adanya gorong-gorong jebol juga memperparah kerusakan karena memicu genangan air saat hujan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya