Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Amor Ing Acintya. Pria Kelahiran Anturan Buleleng, Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi. Diduga Punya Penyakit Epilepsi

Francelino Junior • Rabu, 13 Mei 2026 | 11:10 WIB
OLAH TKP: Aparat kepolisian melakukan olah TKP di saluran irigasi areal perkebunan warga di Desa Tukadmungga, Buleleng. Seorang pria ditemukan tewas di saluran irigasi tersebut. Diduga penyakit epilepsi korban kambuh. (Polres Buleleng)
OLAH TKP: Aparat kepolisian melakukan olah TKP di saluran irigasi areal perkebunan warga di Desa Tukadmungga, Buleleng. Seorang pria ditemukan tewas di saluran irigasi tersebut. Diduga penyakit epilepsi korban kambuh. (Polres Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Warga di Desa Tukadmungga, Kabupaten Buleleng, Bali, dibuat kaget dengan penemuan sesosok pria tewas di saluran irigasi atau telabah di Banjar Dinas Darmayasa, Rabu (13/5/2026) pagi. 

Korban diketahui bernama Kadek Wirasa alias Kadek Keped, 32. Pria kelahiran Desa Anturan itu, kini ber-KTP di Banjar Dinas Pakel, Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem.

Korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup dan terendam air di saluran irigasi sekitar pukul 07.50 WITA. Saat ditemukan, korban hanya mengenakan celana dalam warna hijau.

Seizin Kapolres Buleleng, Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz menjelaskan, penemuan mayat tersebut berawal ketika seorang saksi bernama Jro Putu Wijana, 58, hendak buang air di sekitar saluran irigasi di kawasan kebun Banjar Dinas Darmayasa.

“Saksi menuju saluran irigasi di kebun yang ada di wilayah Banjar Dinas Darmayasa. Sesampainya di lokasi, saksi melihat sesosok tubuh terendam di saluran irigasi dalam posisi tertelungkup,” jelasnya.

Melihat kejadian tersebut, saksi kemudian menghubungi warga lain bernama Nyoman Astawa, 48, sebelum akhirnya melaporkan temuan itu kepada Bhabinkamtibmas Desa Tukadmungga untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Singaraja langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Di sekitar lokasi, polisi juga menemukan sejumlah barang milik korban berupa tas kain warna coklat, sabun mandi merek, celana kain warna biru, topi kupluk hitam, sandal slop hitam, dan uang tunai. Seluruhnya diduga milik korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal oleh tim medis Puskesmas Buleleng II, korban diperkirakan meninggal dunia sekitar dua hingga tiga jam sebelum ditemukan. Dari pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Petugas medis hanya menemukan busa keluar dari mulut korban serta beberapa tanda lebam mayat. Selain itu, tubuh korban juga belum mengalami kekakuan.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga korban meninggal dunia akibat penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh saat berada di saluran irigasi.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi, hasil olah TKP, dan pemeriksaan medis, dugaan awal korban meninggal karena penyakit epilepsi yang kambuh saat hendak mandi di saluran irigasi, kemudian terjatuh dengan posisi tertelungkup sehingga korban tidak bisa bernapas,” terang Iptu Yohana.

Dugaan tersebut diperkuat oleh keterangan sejumlah warga yang mengenal korban. Mereka menyebut Kadek Keped memang sudah lama menderita epilepsi dan diketahui sering berpindah-pindah tempat tinggal.

Bahkan, beberapa jam sebelum ditemukan meninggal, korban sempat terlihat dalam kondisi sehat saat diajak makan di Pos Pol Air Desa Anturan sekitar pukul 06.15 WITA.

Saat ini jenazah korban masih dititipkan di RSUD Kabupaten Buleleng. Pihak keluarga disebut telah menerima dan mengikhlaskan kejadian tersebut serta meminta agar tidak dilakukan otopsi karena korban diketahui memiliki riwayat epilepsi sejak lama.

Rencananya, jenazah korban akan dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya di Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#anturan #saluran irigasi #epilepsi #tukadmungga #buleleng