SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Seekor anjing liar mengamuk di wilayah Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Jumat (26/6/2026) malam.
Dalam rentang waktu sekitar satu jam, hewan tersebut menggigit tiga anak yang sedang bermain di lokasi berbeda. Rekaman salah satu aksi penyerangan bahkan viral di media sosial.
Beruntung, anjing liar tersebut kini telah ditemukan dan dieliminasi untuk mencegah jatuhnya korban lain.
Video CCTV yang beredar di Facebook memperlihatkan detik-detik seekor anjing tiba-tiba menyerang dua anak yang tengah bermain di depan rumah di kawasan Jalan Jalak Putih, Kelurahan Banyuasri.
Dalam rekaman itu, anjing tersebut menggigit kaki salah seorang anak hingga beberapa kali mengoyaknya.
Korban baru berhasil lepas setelah seorang pengendara sepeda motor datang mengusir anjing tersebut.
Lurah Banyuasri, Nyoman Merta Sweca, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut, total ada tiga anak yang menjadi korban gigitan pada malam yang sama.
"Ada tiga korban gigitan anjing, anak-anak. Semuanya dalam waktu berdekatan di hari yang sama, lokasinya berbeda," ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu (28/6/2026).
Korban pertama adalah Achmad Alfiansyah, 6, warga Jalan Jalak Putih III. Sekitar pukul 20.00 WITA, bocah tersebut sedang bermain di depan warung ubi bakar milik orang tuanya di Jalan Ahmad Yani, ketika tiba-tiba diserang anjing liar.
Usai menggigit korban pertama, anjing itu bergerak menuju kawasan Jalan Jalak Putih dan kembali menyerang Adam Aljabbar, 7, yang saat itu sedang bermain di depan rumahnya.
Sekitar pukul 21.00 WITA, anjing yang sama kembali menyerang korban ketiga, Yuna Alfathunissa, 7. Saat itu korban tengah bermain bersama seorang temannya ketika tiba-tiba digigit pada bagian kaki.
Aksi penyerangan terhadap Yuna inilah yang terekam kamera CCTV dan kemudian viral di media sosial.
Ketiga korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kelurahan sekitar pukul 22.00 WITA. Mereka kemudian menjalani vaksinasi rabies secara mandiri di fasilitas kesehatan yang berbeda.
Menurut Merta, mayoritas korban mengalami luka gigitan pada bagian kaki, sementara salah satu korban juga mengalami luka pada tangan.
Pihak kelurahan menduga anjing tersebut bukan berasal dari Banyuasri. Hewan itu diduga datang dari wilayah sekitar Pasar Banyuasri yang selama ini kerap menjadi lokasi pembuangan anjing oleh oknum masyarakat.
"Anjingnya sudah ditemukan keesokan harinya di wilayah Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan Buleleng. Langsung dieliminasi, untuk menghindari peristiwa serupa," lanjutnya.
Menyusul peristiwa tersebut, aparat Kelurahan Banyuasri langsung mendatangi para korban pada Minggu (28/6/2026) pagi.
Selain memastikan kondisi korban, kunjungan tersebut juga dilakukan sebagai langkah pendampingan sekaligus memperkuat upaya pencegahan kasus serupa.
Insiden tersebut cukup mengejutkan pihak kelurahan. Pasalnya, sebelumnya wilayah Banyuasri baru saja melaksanakan kegiatan vaksinasi rabies dan eliminasi anjing liar.
Namun, kemunculan anjing yang diduga berasal dari luar wilayah itu kembali memicu terjadinya kasus gigitan terhadap warga. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya