Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Amor ing Acintya. Bayi 13 Bulan Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi Terminal Penarukan

Francelino Junior • Selasa, 14 Juli 2026 | 19:37 WIB
Ilustrasi TKP
Ilustrasi TKP

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Peristiwa memilukan terjadi di kawasan Terminal Penarukan, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng, Minggu (12/7/2026). 

Seorang balita berusia 13 bulan ditemukan dalam kondisi lemas di saluran irigasi sekitar terminal. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Korban diketahui bernama Putu Putra Widi Widiana Yasa, 13 bulan, warga Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan. 

Kapolsek Singaraja, Kompol Gede Juli menjelaskan, sebelum kejadian korban datang bersama ayahnya, I Ketut Carita, 43, dan kakak korban ke rumah sang kakek yang berada di kawasan Terminal Penarukan sekitar pukul 08.00 WITA. Mereka datang untuk berkunjung sekaligus bermain.

Sekitar pukul 10.30 WITA, ayah korban mengajak anak sulungnya membeli perlengkapan sekolah ke Toko Serba Indah. Selama itu, balita tersebut dititipkan kepada kakeknya.

"Korban dititipkan kepada kakeknya, karena saksi hendak mengajak anaknya ke Toko Serba Indah untuk membeli perlengkapan sekolah," ujar Kompol Juli, Selasa (14/7/2026).

Namun, saat ayah dan kakaknya kembali, korban sudah tidak berada di sekitar rumah kakeknya. Keberadaannya sempat ditanyakan kepada sang kakek, tetapi ia juga tidak mengetahui kemana balita itu pergi.

Keluarga pun panik dan segera melakukan pencarian di sekitar kawasan Terminal Penarukan. 

Berbagai sudut lokasi disisir hingga akhirnya korban ditemukan sekitar pukul 12.25 WITA di saluran irigasi dalam kondisi lemas dan masih mengenakan pakaian lengkap.

"Korban kemudian langsung dibawa ke RSU Kertha Usada untuk mendapatkan pertolongan medis," lanjut Kompol Juli.

Sayangnya, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, balita tersebut dinyatakan telah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit. 

Hasil pemeriksaan luar pada jenazah menunjukkan adanya luka lebam di bagian dahi yang diduga akibat benturan saat terjatuh. Sementara itu, petugas medis memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Korban sudah dikebumikan oleh keluarga," pungkas Kompol Juli.

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua dan pengasuh, agar meningkatkan pengawasan terhadap balita, terutama saat berada di sekitar lokasi yang berisiko seperti saluran irigasi, sungai, maupun area terbuka lainnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
balita irigasi Terminal Penarukan buleleng