Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Puluhan Lontar Rusak di Pupuan Tabanan Dikumpulkan dan Dikonservasi, Banyak Dimakan Rayap

Juliadi Radar Bali • 2026-03-26 11:25:50

 

MANUSKRIP KUNO: Tim konservasi naskah kuno melakukan proses konservasi terhadap lontar milik warga di Pupuan.
MANUSKRIP KUNO: Tim konservasi naskah kuno melakukan proses konservasi terhadap lontar milik warga di Pupuan.

RadarBuleleng.id – Sejumlah lontar milik warga di Desa Pupuan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali, mulai dikonservasi setelah ditemukan dalam kondisi rusak dan memprihatinkan. 

Upaya penyelamatan naskah kuno tersebut dilakukan atas permintaan pemerintah desa setempat.

Koordinator Konservasi Naskah Kabupaten Tabanan, I Putu Darma Susila, mengungkapkan lontar yang ditangani berasal dari tujuh warga pemilik naskah. 

Untuk memudahkan proses konservasi dan penyalinan, seluruh lontar dikumpulkan di kantor desa.

“Puluhan cakep lontar sudah kami kumpulkan dari tujuh pemilik. Kondisinya cukup memprihatinkan, ada yang rusak dimakan rayap dan juga karena faktor usia,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Ia menjelaskan, kerusakan lontar tidak hanya disebabkan usia, tetapi juga cara penyimpanan yang kurang tepat. 

Banyak lontar jarang dirawat dan dibersihkan, bahkan disimpan terlalu lama di dalam keropak hingga menjadi lembab dan kotor.

Selain itu, faktor lingkungan juga turut memengaruhi. Wilayah Pupuan yang berada di dataran tinggi dengan suhu relatif dingin dan lembab mempercepat kerusakan naskah lontar.

“Faktor geografis juga berpengaruh, karena kondisi udara yang lembab membuat lontar lebih mudah rusak,” jelasnya.

Dari hasil pendataan sementara, isi lontar yang ditemukan cukup beragam, mulai dari usada (pengobatan tradisional), babad, hingga kakawin

Sebagian besar merupakan warisan keluarga, terutama dari leluhur yang memiliki latar belakang sebagai pengobat tradisional maupun sastrawan Bali.

Proses konservasi ditargetkan rampung dalam waktu relatif singkat. Meski demikian, tim sempat menghadapi kendala kelembaban yang tinggi, sehingga lontar harus diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum dilakukan penanganan lanjutan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#usada #bali #rayap dalam celengan #rusak #pupuan #lontar #naskah #tabanan #babad #konservasi