Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Rayakan Cap Go Meh, Umat di Buleleng Terbangkan Lampion Harapan

Francelino Junior • Senin, 26 Februari 2024 | 05:09 WIB
LEPAS LAMPION: Tampak umat Konghucu melepas lampion yang sudah digantung doa harapan. Kegiatan ini menjadi akhir rangkaian perayaan Imlek 2575/2024 di Kabupaten Buleleng.
LEPAS LAMPION: Tampak umat Konghucu melepas lampion yang sudah digantung doa harapan. Kegiatan ini menjadi akhir rangkaian perayaan Imlek 2575/2024 di Kabupaten Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2024/2575 di Kabupaten Buleleng berakhir pada Sabtu (24/2/2024) malam.

Penutupan itu bertepatan dengan Cap Go Meh. Peringatan penutupan Tahun Baru Imlek diisi dengan persembahyangan hingga pelepasan lampion. Kegiatan akhir rangkaian Imlek 

Pada tahun Naga Kayu ini, Cap Go Meh dan  akhir perayaan Tahun Baru Imlek, dipusatkan di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Seng Hong Bio, Kelurahan Kampung Baru.

Pada rangkaian perayaan tersebut, berbagai kegiatan dilakukan oleh umat tri dharma. Diantaranya sembahyang Cap Go Meh atau yuan xiao jie, kemudian dilanjutkan dengan sembahyang tolak bala atau ci suak

Baca Juga: Buang Sial di Tahun Naga Kayu, Ratusan Orang Sembahyang Ci Suak

Rohaniawan di TITD Seng Hong Bio, Hartono Herlin mengungkapkan, pada akhir perayaan Tahun Baru Imlek, banyak orang berdoa memohon keberkahan untuk setahun ke depan. 

Banyak umat yang menyampaikan harapan, baik secara tertulis maupun tidak tertulis. Dalam bentuk tertulis, umat biasanya memasang doa permohonan yang ditulis dan digantung pada lampion. Lampion itu terpasang di rumah maupun di klenteng. 

Menurut Hartono, pesta lampion merupakan bagian tak terpisahkan dari upacara perayaan besar umat Konghucu. 

Pada hari Cap Go Meh di klenteng dipersembahkan berbagai makanan, mulai dari buah, sayur, hingga kue penyu. 

"Kami umat Konghucu patut berbangga, sebab cap go meh tidak hanya dikenal di Indonesia dan Tiongkok, namun juga telah diakui secara internasional sebagai perayaan budaya yang mendunia," ujar pria yang kini berusia 76 tahun itu.

Selain persembahyangan juga dilakukan acara hiburan. Diantaranya pementasan barongsai, tari liong, serta kembang api yang dipusatkan di depan klenteng.

Kemudian dilanjutkan dengan pelepasan lampion yang berisi tulisan doa dan harapan. Pelepasan lampion itu menjadi penutup perayaan Imlek 2575 pada Sabtu (24/2/2024) malam.

Sekedar informasi, di Kabupaten Buleleng kegiatan perayaan Imlek tahun Naga Kayu sudah dimulai sejak Kamis (25/1/2024) dengan persembahyangan bersama. 

Rangkaian ibadah dilanjutkan dengan song shen atau sembahyang mengantar Dewa naik pada Jumat (2/2/2024).

Kemudian pada Sabtu (3/2/2024) dilakukan pembersihan patung dewa, ornamen, dan altar di klenteng. 

Lalu pada Jumat (9/2/2024) dilakukan sembahyang tutup tahun atau chu xi.

Selanjutnya pada Selasa (13/2/2024) berlangsung sembahyang menyambut Dewa turun atau jie shen, yang dilanjutkan dengan sembahyang Tuhan Yang Maha Esa.

Rangkaian perayaan  Tahun Baru Imlek diakhiri dengan sembahyang cap go meh atau yuan xiao jie dan sembahyang tolak bala pada Sabtu (24/2/2025). Sementara Imlek 2575 diperingati pada tanggal 10 Februari. (*)

Editor : Eka Prasetya
#imlek #Seng Hong Bio #lampion #buleleng