SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Tradisi munjung bukan hanya dilakukan saat hari raya Pagerwesi saja. Saat hari raya Galungan, krama di Buleleng juga menggelar tradisi serupa.
Saat melakukan tradisi munjung, krama akan mendatangi gumuk atau pusara keluarga sembari membawa sesajen atau banten punjung.
Usai dihaturkan, banten yang berisi aneka makanan serta makanan kesukaan keluarga yang sudah meninggal, lalu dibagikan dan dimakan bersama-sama di sekitar kuburan keluarga.
Seperti yang terjadi pada Rabu (28/2/2024) saat Hari Raya Galungan, tampak beberapa keluarga yang datang untuk melaksanakan tradisi ini.
Tentu saja, tradisi ini dilakukan bila masih ada keluarga yang dikubur di sana belum melalui proses ngaben.
Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna mengatakan, bila tradisi ini selalu dilakukan dan identik saat Hari Raya Galungan dan Kuningan, serta Pagerwesi.
Tradisi tersebut bertujuan sebagai ungkapan syukur atas rejeki yang diterima oleh keluarganya, juga untuk memberi penghormatan serta bekal kepada keluarga yang telah meninggal sebelum menjalani prosesi ngaben nanti.
Sutrisna mengakui tradisi munjung semakin jarang dilakukan. Mengingat banyak keluarga yang sudah dikubur kini telah diaben.
Baik itu melalui upacara ngaben masal di desa adat, ngaben masal di tingkat dadia, hingga kremasi.
“Krama (warga) melakukan munjung apabila ada saudara atau yang lainnya dikuburkan atau mendem di setra. Dengan ada yang dikuburkan, mereka akan lakukan tradisi munjung ini,” kata Sutrisna.
Meski begitu, Sutrisna yakin tradisi munjung akan tetap berjalan dengan lestari.
Lantaran salah satu banjar adat, yakni Banjar Jawa memiliki aturan atau dresta tersendiri.
Yakni krama di sana wajib menguburkan keluarganya yang sudah meninggal sebelum dilakukan pengabenan.
“Tradisi ini tetap lestari karena salah satu banjar adat di Desa Adat Buleleng, yakni Banjar Jawa mewajibkan krama-nya untuk dilakukan penguburan terlebih dahulu sebelum dilakukan pengabenan,” sambungnya.
Untuk mendukung tradisi ini, pihak Desa Adat Buleleng pun melakukan penataan kuburan di Setra Desa Adat Buleleng.
Selain di Setra Desa Adat Buleleng, tradisi ini juga tampak dilakukan sejumlah warga Buleleng di Setra Kayu Buntil. Juga Taman Makam Pahlawan (TMP) Curastana Singaraja. (*)
Editor : Eka Prasetya