SINGARAJA-Sebanyak 22 hewan yang akan dimanfaatkan menjadi sarana upacara pecaruan dalam tawur kesanga Nyepi 1946 disucikan dalam upacara mapepada.
Tradisi Desa Adat Buleleng ini digelar pada Sabtu (9/3) pukul 14.00 Wita di Pura Desa Adat Buleleng.
Tradisi yang sudah dijalankan krama Desa Adat Buleleng sejak tahun 1835 ini, menyucikan hewan di antaranya anak sapi atau godel, kambing, babi, anjing, angsa, ayam, itik dan sejumlah hewan lainnya.
Pada Nyepi 1946, Banjar Adat Banjar Bali dipercayakan bertugas ngewalung, atau bertanggung jawab atas pelaksanaan upacara ini.
Tampak sejumlah krama Desa Adat Buleleng memegang hewan yang disucikan itu, untuk mengikuti sejumlah proses ritual.
Meskipun selama prosesi upacara, hujan terus mengguyur Pura Desa Adat Buleleng.
Adapun sulinggih yang memimpin upacara mapepada adalah Ida Pandita Mpu Dharma Mukti Sida Kerti dari Griya Amia Bhuawa Sari Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng.
Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna secara singkat menjelaskan bila mapepada, berdasar lontar Bama Kerti dan Ciwa Gama, merupakan rangkaian upacara untuk membersihkan sarana upacara berupa hewan yang akan dimanfaatkan untuk tawur kesanga.
Sebagai upaya untuk mengharmoniskan bhuwana alit dan bhuwana agung.
“Tradisi mapepada ini untuk menyucikan hewan yang akan menjadi sarana dalam tawur kesanga. Biarpun dalam keadaan hujan, kami tetap laksanakan tradisi ini. Kami sudah berkoordinasi dengan Banjar Adat Banjar Bali, sebagai yang bertugas, mengenai kelanjutan proses pada pembuatan banten pecaruan,” jelasnya.
Setelah mengelilingi areal pura, krama Desa Adat Buleleng kemudian membawa hewan yang telah disucikan tadi menuju ke Catus Pata Desa Adat Buleleng, yang berada di perempatan antara Jalan Veteran, Jalan Gajah Mada, Jalan Mayor Metra, dan Jalan Gunung Semeru.
Kemudian puluhan hewan kurban ini akan dikurbankan dan dihaturkan dalam upacara tawur kesanga.
Proses pemotongan dan pengolahan hewan akan dilakukan di Banjar Adat Banjar Bali.
"Untuk kali ini, kami gunakan tawur gentuh madya, yang hewan paling tinggi adalah godel," sambungnya lagi.
Sutrisna mengatakan bila tawur kesanga akan dilaksanakan pada Minggu (10/03) di Catus Pata Desa Adat Buleleng.
Yang dipimpin Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Kertha dari Griya Taman Kerta Desa Bubunan Seririt, dan Ida Sri Bhagawan Rama Sogata dari Griya Dalem Cili Ularan Sukasada.
Kemudian Ida Bhagawan Dharma Putra Yoga dari Griya Agung Bhuwana Agung Desa Pelapuan Busungbiu, Ida Pedanda Dungga Purdasa Kemenuh dan Ida Pandita Mpu Yoga Manik Geni dari Griya Sekar Manik Penarungan Kecamatan Buleleng. ***
Editor : Donny Tabelak