Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Puluhan Ribu Krama Buleleng Tumpah Ruah. Melasti Setelah Hari Raya Nyepi

Eka Prasetya • Senin, 25 Maret 2024 - 00:31 WIB
MELASTI: Prosesi melasti di Desa Adat Buleleng.
MELASTI: Prosesi melasti di Desa Adat Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Puluhan ribu krama adat di Buleleng tumpah ruah melakukan upacara melasti.

Biasanya upacara melasti dilakukan sebelum hari raya Nyepi. Namun di Buleleng, upacara melasti biasa dilakukan setelah hari raya Nyepi. Tepatnya saat purnama kedasa.

Tahun ini purnama kedasa jatuh pada Minggu (24/3/2024), yang bertepatan dengan rahina Redite Kliwon Pujut.

Sejumlah desa adat menyelenggarakan melasti saat purnama kedasa, setelah hari raya Nyepi.

Diantaranya Desa Adat Pumahan, Desa Adat Tejakula, Desa Adat Kubutambahan, dan Desa Adat Buleleng.

Di Desa Adat Buleleng misalnya, ribuan krama sudah berkumpul di pura dadia masing-masing sejak pukul 11.30 siang.

Umat melakukan persiapan di pura masing-masing, lalu melakukan persembahyangan bersama.

Setelah persembahyangan, umat akan berkumpul di Pura Desa Adat Buleleng dengan membawa pratima di pura dadia. Pratima itu diletakkan pada sarad atau kotak ampilan.

Umat kemudian menunggu kulkul berbunyi. Begitu kulkul berbunyi, umat akan menggotong sarad dan kotak ampilan keluar dari pura.

Selanjutnya mereka berjalan menuju Pura Segara Desa Adat Buleleng, yang berjarak sekitar 4 kilometer dari pura desa.

Saking panjangnya barisan umat yang hendak melakukan melasti, saat kepala barisan sampai di Pura Segara, ekor barisan baru sampai di SMPN 1 Singaraja.

Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna mengatakan, pada tahun ini tercatat ada 84 buah sarad dan 30 buah kotak ampilan yang mengikuti melasti tahun ini/

Sutrisna mengatakan, melasti setelah hari raya Nyepi lazim dilakukan di Desa Adat Buleleng. “Kami mengacu pada Lontar Sundarigama dan Lontar Sang Hyang Aji Mandala,” katanya. (*)

Editor : Eka Prasetya
#nyepi #Desa adat #buleleng #melasti