SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Seniman dari Sekaa Gong Legendaris di Kabupaten Buleleng, menyatakan siap tampil maksimal saat Pesta Kesenian Bali (PKB) 2024 mendatang.
Mereka sudah mengesampingkan insiden yang terjadi saat penutupan pesta rakyat HUT Kota Singaraja ke-420, pada Sabtu (2/4/2024) lalu.
Kini para seniman memilih menatap kedepan. Mempersiapkan diri menghadapi PKB 2024 yang akan dimulai pada 15 Juni mendatang.
Kelian Sekaa Gong Legendaris Jaya Kusuma Desa Jagaraga, Nyoman Arya Suriawan mengatakan, pihaknya akan mempersiapkan yang terbaik menghadapi PKB.
Menurutnya Pemprov Bali telah memberikan kepercayaan pada seniman Jagaraga untuk menampilkan karya-karya terbaik para seniman karawitan dari Jagaraga.
Apalagi pihaknya secara khusus mendapat pembiayaan dari Dinas Kebudayaan Bali, agar dapat tampil pada ajang PKB.
“Ya sekarang sedang mempersiapkan supaya kami bisa pentas dengan maksimal di PKB,” kata pria yang akrab disapa Arya Merenges itu.
Arya memastikan, pihaknya akan tampil habis-habisan. Karena akan mebarung dengan Sanggar Seni Cudamani Ubud.
Sementara itu Koordinator Sekaa Gong Kebyar Eka Wakya, Gede Arya Septiawan mengatakan, pihaknya sudah tidak memikirkan lagi insiden yang terjadi pada HUT Kota Singaraja ke-420 lalu.
Menurutnya seluruh anggota sekaa, termasuk para penglingsir sudah sepakat akan menatap PKB 2024.
Pada ajang PKB 2024, Sekaa Gong Eka Wakya akan tampil mebarung dengan Sekaa Gong Banjar Pengabetan, Kuta.
“Kami percaya, yang bisa memberikan tempat terhormat dan menghormati kami sebagai pegiat seni karawitan hanya ajang PKB. Astungkara kami sudah sangat siap pentas di PKB,” tegasnya.
Terpisah, Ketua Sabha Prajuru Majelis Kebudayaan Bali, Prof. I Komang Sudirga berharap para seniman-seniman legendaris itu tetap bisa hadir pada ajang PKB.
“Karena kedua sekaa ini sudah punya sejarah masing-masing. Kami sangat berharap mereka tetap bisa tampil saat PKB. Sehingga itu akan menjadi catatan sejarah dan teladan bagi seniman-seniman muda. Karena yang nanti tampil adalah seniman-seniman legendaris,” demikian Sudirga. (*)
Editor : Eka Prasetya