SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemuda punya peran penting dalam pembangunan. Bukan hanya pembangunan daerah, tapi juga pembangunan di lingkungan sekitarnya.
Untuk berpartisipasi dalam pembangunan, pemuda bisa melakukan berbagai cara. Salah satu cara sederhana adalah menumbuhkan rasa peduli dan berperan aktif dalam kegiatan di lingkungan sekitarnya.
Demikian terungkap dalam kegiatan diskusi Live Discussion Project yang digelar Yayasan Buleleng Social Community (BSC) di Gedung PLUT Buleleng, kemarin (23/6/2024). Diskusi itu mengangkat tema “Generasi Muda Peduli Sesama”.
Diskusi itu menghadirkan sejumlah pembicara. Yakni Ketua Yayasan BSC, Made Eka Tirtayana; Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Komang Agus Widiantara; dan Relawan Yayasan Sesama, Putu Juliartini.
Baca Juga: Job Kapal Pesiar Jadi Idaman Pemuda Bali, Posisi Ini Paling Dilirik
Dalam kesempatan tersebut, Eka Tirtayana mengungkapkan, mengacu data demografi penduduk, saat ini proporsi generasi muda di Bali mencapai 70 persen dari total penduduk.
Dengan kondisi tersebut ia mendorong agar seluruh pihak memberikan ruang berkreasi bagi generasi muda. Khususnya ruang berkreasi di dunia digital.
Lewat ruang tersebut, generasi muda dapat terlibat aktif menuangkan ide, program, atau kebijakan kritis yang ada pada lingkungan sosial mereka, khususnya di Buleleng.
Dengan berpartisipasi aktif, pada akhirnya generasi muda akan memiliki keberanian, niat, kepedulian, serta empati terhadap sesama.
Baca Juga: Dinas Damkar Buleleng Bentuk Relawan, Cegah Kebakaran di Bali Utara
Eka menyebut saat ini ruang publik maupun ruang diskusi untuk generasi muda masih sangat minim.
Padahal dengan kondisi demografi yang didominasi pemuda, seharusnya pemuda diberi ruang lebih banyak untuk menuangkan ide gagasannya dalam pembangunan Buleleng di masa yang akan datang.
"Generasi muda juga bisa mengkritik, dalam artian memberi solusi terhadap pemegang kebijakan, stakeholder terkait sehingga ada bahan program-program kebijakan yang dilakukan untuk Buleleng lebih maju," ujarnya.
Selain itu ia mendorong agar generasi muda berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial. Ia menyebut ruang partisipasi aksi sosial sangat terbuka lebar, seiring dengan tumbuhnya komunitas-komunitas sosial di Buleleng.
“Dengan keikutsertaan generasi muda dalam kegiatan sosial, maka akan dapat menarik generasi muda lainnya untuk turut serta berpartisipasi, sehingga kegiatan sosial tersebut dapat konsisten untuk dilakukan,” imbuhnya.
Sementara itu Kaprodi Ilmu Komunikasi Hindu STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Komang Agus Widiantara mengatakan, kunci dari mendorong para generasi muda untuk turut serta aktif dalam kegiatan sosial adalah kesadaran dan tindakan.
Menurutnya ruang diskusi sangat penting untuk membuka pikiran para pemuda dalam membangun kesadaran. Ia juga mendorong agar generasi muda mulai bertindak secara nyata.
“Sekecil apapun tindakan yang dilakukan, yang terpenting adalah dampak yang dihasilkan. Setelah bertindak, tentu perlu konsistensi sehingga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” kata Agus.
Sementara itu Relawan Yayasan Sesama, Putu Juliartini mengatakan, generasi muda harus ikut serta melakukan kegiatan sosial.
Menurutnya berpartisipasi dalam kegiatan sosial bukan soal materi. Hal yang paling penting adalah niat dan kemauan untuk menolong sesama.
“Berbagi tidak harus kaya. Yang paling penting adalah niat dan kemauan,” ujarnya.
Disisi lain salah seorang peserta, Tri Budi Santoso mengungkapkan diskusi tersebut sangat penting untuk membahas permasalahan yang terjadi di sekitar kita. Lewat diskusi, permasalahan-permasalahan yang muncul bisa dicarikan solusi bersama. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya