SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1947 yang jatuh pada Sabtu (29/3/2025), umat Hindu di Kabupaten Buleleng menggelar upacara Tawur Kesanga, sebuah ritual sakral untuk penyucian alam semesta dan diri manusia.
Upacara ini dipusatkan di Catus Pata Desa Adat Buleleng, dan dipimpin oleh lima sulinggih (rohaniawan) dari berbagai wilayah di Buleleng.
Mereka adalah Ida Bhujangga Rsi Waisnawa Kemenuh dari Griya Taman Wangining, Desa Temukus; Ida Sri Bhagawan Rama Sogata dari Griya Dalem Cili Ularan, Kelurahan Sukasada; Ida Pedanda Duangga Purdasa Kemenuh dari Gria Weda Purana.
Selanjutnya ada Ida Pandita Mpu Ratangkara Bayu Segara Gni Ananda Wijaya Natha dari Taman Aswameda Ashrama, Penarukan; serta Ida Rsi Agung Dwija Bhara Dwija dari Gria Taman Tunjung, Desa Patemon.
Prosesi diikuti ratusan pemedek (umat) dari berbagai wilayah di Buleleng. Hadir pula Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, serta Sekda Buleleng Gede Suyasa.
Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna menjelaskan, Tawur Kesanga merupakan bagian penting dari rangkaian Nyepi.
Ritual ini bertujuan untuk menyucikan bhuana alit (mikrokosmos/manusia) dan bhuana agung (makrokosmos/alam semesta), menciptakan keseimbangan antara keduanya.
Mengacu pada Lontar Sang Hyang Aji Swamandala, upacara ini juga dimaknai sebagai upaya mengembalikan keharmonisan lingkungan dari segala bentuk kekotoran spiritual.
“Mudah-mudahan vibrasi positif tumbuh setelah penyucian bhuana agung dan bhuana alit. Dalam keheningan dan kesucian, akan muncul kesejahteraan bagi semua,” ujar Sutrisna.
Sementara itu, Ketua PHDI Buleleng, Gde Made Metera, mengajak seluruh umat beragama untuk memaknai Hari Raya Nyepi sebagai momentum introspeksi diri, merenungkan kembali hubungan dengan sesama, alam, dan Tuhan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya