Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Gong Kebyar Anak hingga Joged Bumbung Meriahkan HUT ke-421 Singaraja

Eka Prasetya • Senin, 7 April 2025 | 16:03 WIB

 

MEMIKAT: Tari Suweta Bangkaja yang ditarikan oleh para penari dari Sanggar Seni Santhi Budaya.
MEMIKAT: Tari Suweta Bangkaja yang ditarikan oleh para penari dari Sanggar Seni Santhi Budaya.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-421 Kota Singaraja terus berlanjut dengan meriah. 

Pada malam kedua, Minggu (6/4/2025), Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno dipadati ribuan warga Buleleng yang antusias menyaksikan pagelaran seni bertajuk Paripurna Jayeng Wikrama. 

Kolaborasi antara seni tradisional dan hiburan modern sukses menciptakan malam yang semarak, penuh warna, dan emosional.

Salah satu pagelaran yang ditampilkan adalah Gong Kebyar Anak-anak yang dibawakan oleh Sanggar Seni Santhi Budaya dan Yayasan Seni Wahyu Semara Shanti. 

Meski masih belia, para penabuh dan penari cilik tampil penuh percaya diri, menunjukkan penguasaan yang luar biasa atas tabuh dan gerak tari khas Bali. 

Mereka membawakan dua materi. Yakni Tabuh Kreasi Samirata dan Tari Nelayan yang merupakan tarian khas Buleleng dauh enjung.

Baca Juga: Banjar Adat Paketan Buleleng, Bangkitkan Kembali Tari Sakral 'Sang Hyang Memedi'

Ketua Yayasan Seni Wahyu Semara Shanti, Kadek Angga Wahyu Pradana, mengungkapkan, pihaknya sengaja membawakan tabuh dan tarian tersebut. Khususnya lagi Tari Nelayan.

“Tari Nelayan menjadi pilihan karena merepresentasikan identitas budaya lokal yang perlu terus dikenalkan dan dilestarikan,” jelas Angga.

Lebih jauh, ia menyebut bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang pemantapan dan regenerasi seniman muda. Menurut Kadek Angga, perhatian dan ruang yang diberikan pemerintah kepada para seniman kini mulai terasa. 

“Tahun ini apresiasi sudah lebih terbuka. Pemerintah memberi ruang tampil dan berkreasi dalam berbagai event,” ujarnya. 

Ia menilai, masyarakat pun sangat merindukan pertunjukan seni semacam ini, terutama setelah pandemi yang membatasi aktivitas budaya.

Sementara itu, Sanggar Seni Santhi Budaya juga menampilkan dua pagelaran. Yakni tabuh kreasi dan Tari Suweta Suweta Bangkaja. 

Ketua Sanggar Seni Santhi Budaya, I Gusti Ngurah Eka Prasetya mengatakan, Buleleng harus menjadi lokasi lahirnya seniman-seniman karawitan.

“Buleleng adalah tempat lahirnya Gong Kebyar. Sudah semestinya kita terus menjadi motor penggerak pelestarian seni, khususnya seni karawitan,” tegasnya. 

Ia berharap pertunjukan seperti Gong Kebyar Anak bisa digelar secara rutin, tak hanya saat momen besar seperti HUT Kota.

Selain kedua sanggar itu, Komunitas Seni Suna Cekuh dan Sanggar Seni Karya Remaja menyuguhkan aksi Joged Bumbung yang memikat. 

Iringan musik yang khas dan gerakan enerjik para penari membuat suasana semakin interaktif. Tak sedikit penonton yang ikut ngibing.

Sebagai penutup, musisi Jun Bintang bersama DJ Mahesa hadir juga ikut tampil dan menghibur masyarakat Buleleng. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kota singaraja #bali #Joged #tari #bung karno #hut #Sanggar #seniman #ngibing #seni #gong kebyar #karawitan #buleleng