Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Museum Date? Yuk, Lihat Koleksi Kuno Terbaru di Museum Buleleng!

Francelino Junior • Senin, 14 April 2025 | 14:57 WIB

 

BENDA BERSEJARAH: Petugas Museum Buleleng menunjukkan benda prasejarah baru yang menjadi koleksi museum.
BENDA BERSEJARAH: Petugas Museum Buleleng menunjukkan benda prasejarah baru yang menjadi koleksi museum.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Museum Buleleng menambah deretan koleksi bersejarahnya. Sebanyak Tiga artefak kuno resmi bergabung ke dalam galeri milik Pemkab Buleleng sejak Maret 2025 lalu. 

Ketiga koleksi baru itu terdiri dari satu periuk dan satu paso yang berasal dari Situs Pangkungparuk, Kecamatan Seririt, serta lima kantong paket manik-manik dari Situs Pacung, Kecamatan Tejakula.

Ketiga benda tersebut kini terpajang rapi di ruang tengah Museum Buleleng. Manik-manik dipamerkan di bagian timur dalam kotak kaca bening, sementara periuk dan paso menghuni bagian barat, berdampingan dengan koleksi purbakala lainnya.

“Benda-benda ini sebelumnya diteliti oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Denpasar. Setelah serah terima, kami tempatkan di Museum Buleleng,” ujar Nyoman Widarma, Kepala Bidang Sejarah dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Buleleng.

Menurut Widarma, kehadiran koleksi baru ini tak hanya menambah nilai historis museum, tetapi juga menjadi daya tarik wisata edukatif. 

Museum kini semakin lengkap, dan bisa menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar sejarah secara langsung. Bukan hanya lewat buku.

Museum Buleleng sendiri sudah menyimpan beragam koleksi berharga. Tercatat ada 29 buah benda prasejarah, 34 buah benda dari zaman paleolitikum, 14 buah artefak dari abad 10–14 Masehi, serta peninggalan dari abad ke-8 dan ke-9.

Termasuk juga benda-benda dari era Kerajaan Buleleng, serta milik tokoh penting Bali, Mr. I Gusti Ketut Pudja, Gubernur Provinsi Sunda Kecil pertama.

Widarma mengaku tidak tahu pasti usia dan detail asal ketiga koleksi baru tersebut. Proses kajian sepenuhnya dilakukan oleh tim arkeologi BRIN.

“Yang pasti, semua benda sudah disucikan sebelum masuk museum. Karena ini bukan benda biasa, melainkan peninggalan bernilai tinggi,” tegasnya.

Menariknya, Museum Buleleng kini juga mulai dilirik sebagai tempat pacaran yang unik alias museum date! Generasi muda bisa melakukan era kencan anti-mainstream, menyusuri lorong sejarah sambil belajar budaya bisa jadi pilihan romantis sekaligus edukatif.

Museum ini buka setiap Senin hingga Jumat, pukul 08.00–16.00 WITA, dan berada satu kawasan dengan Gedong Kertya, perpustakaan lontar yang juga tak kalah bersejarah.

Jadi, bagi yang sedang mencari tempat hangout yang beda, museum bisa jadi destinasi seru bareng pasangan. 

Tipsnya? Kenali dulu tema koleksinya, eksplor sudut-sudut sejarah, dan jangan lupa selfie bareng si dia. Biar kenangannya awet, sama seperti benda purbakala!

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#wisata #museum #museum date #periuk #cagar budaya #pemkab buleleng #dinas kebudayaan #museum buleleng #BRIN #riset #galeri #artefak #buleleng #koleksi