Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dinas Kebudayaan Buleleng Gencarkan Sosialisasi WBTB

Eka Prasetya • Jumat, 11 Juli 2025 | 18:03 WIB

 

JANGAN LUPA SEJARAH: MenPAN-RB Abdullah Azwar Anas saat berkunjung ke rumah Ibunda Bung Karno, Nyoman Rai Srimben di kawasan Bale Agung, pada Senin (20/5/2024).
JANGAN LUPA SEJARAH: MenPAN-RB Abdullah Azwar Anas saat berkunjung ke rumah Ibunda Bung Karno, Nyoman Rai Srimben di kawasan Bale Agung, pada Senin (20/5/2024).

RadarBuleleng.id - Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng kini sedang gencar melakukan sosialisasi pentingnya pelestarian Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Kepala Bidang Sejarah dan Cagar Budaya Disbud Buleleng, Nyoman Widarma mengatakan, sosialisasi itu dilakukan sebagai salah satu cara membangun kesadaran masyarakat terhadap warisan budaya.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya sebatas perlindungan. Budaya harus dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Berdasarkan data Disbud Buleleng, saat ini tercatat ada 476 Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) di wilayah tersebut. 

Dari jumlah itu, dua objek yakni Masjid Jami’ Singaraja dan Rumah Rai Srimben telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten. 

Tak hanya itu, sebanyak 16 Warisan Budaya Tak Benda juga telah diakui secara resmi oleh Kemendikbud Ristek. Di antaranya adalah Tari Teruna Jaya, tradisi Nyakan Diwang, dan kesenian Janger Kolok.

Widarma menyebut, WBTB mencakup berbagai bentuk ekspresi budaya yang diwariskan secara turun-temurun, seperti tradisi lisan, ritus keagamaan, seni pertunjukan, pengetahuan lokal, hingga permainan rakyat.

“WBTB adalah identitas budaya yang hidup. Jika dikelola secara tepat, ini bukan hanya memperkuat kebanggaan daerah, tetapi juga bisa membuka peluang ekonomi lewat pariwisata budaya,” paparnya.

Meski demikian, tantangan pelestarian warisan budaya semakin kompleks. Gempuran budaya asing, hingga rendahnya ketertarikan generasi muda terhadap warisan budaya lokal menjadi persoalan yang harus diselesaikan.

Untuk itu, Disbud Buleleng mendorong terwujudnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan. Sosialisasi ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi dalam upaya pendataan, pelestarian, serta pengembangan warisan budaya lokal.

“Tradisi leluhur jangan hanya jadi kenangan. Ia harus jadi kekuatan dan kebanggaan bagi generasi masa depan,” demikian Widarma. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kebudayaan #objek #masjid #tari #cagar budaya #rumah #sejarah #kesenian #wbtb #tradisi #budaya #disbud #buleleng #warisan budaya #sosialisasi