RadarBuleleng.id - Banyak warga mempertanyakan alasan mereka bisa menerima bantuan berupa beras dan minyak goreng, tetapi belum memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Kebingungan ini wajar, karena alur penyaluran bantuan sosial kerap berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya.
Namun, penjelasan terbaru menunjukkan bahwa penerima bantuan pangan memiliki peluang besar untuk mendapatkan KKS.
Penerima beras dan minyak goreng ternyata tidak dipilih secara acak. Data mereka berasal dari daftar By Name By Address (BNBA) penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau program sembako.
Artinya, jika seseorang sudah menerima bantuan tersebut, peluang mereka untuk masuk ke daftar penerima KKS sangat terbuka.
Status tidak memiliki KKS bukan berarti bantuan tidak cair. Ada dua mekanisme yang mungkin berjalan. Yakni pencairan melalui kartu KKS seperti biasa atau penyaluran lewat PT Pos Indonesia.
Beberapa wilayah memang menggunakan Pos sebagai jalur alternatif ketika KKS belum diterbitkan atau ada kendala teknis di lapangan.
Agar tidak hanya mengandalkan kabar dari tetangga, masyarakat dianjurkan memeriksa status kepesertaan melalui aplikasi Cek Bansos.
Dari situ bisa diketahui apakah seseorang terdaftar sebagai penerima BPNT aktif atau hanya menerima bantuan beras sebagai bentuk substitusi sementara.
Jika masih ragu, cara yang paling jelas adalah bertanya langsung kepada pendamping sosial di desa atau kelurahan.
Pendamping memiliki akses ke data SIKS-NG sehingga bisa memberikan kepastian apakah seseorang berada dalam antrian penerbitan KKS atau hanya mendapatkan bantuan khusus. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya