RadarBuleleng.id - Penyaluran berbagai bantuan sosial kembali bergerak cepat di sejumlah wilayah.
Pada Jumat (5/12/2025) laporan dari para penerima manfaat menunjukkan adanya dana yang masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Merah Putih, baik kartu lama maupun kartu baru.
Momentum ini kembali menjadi kabar baik bagi jutaan keluarga yang sedang menunggu pencairan akhir tahun.
Penyaluran kali ini mencakup beberapa bantuan utama. PKH dan BPNT terpantau mulai mengalir melalui bank-bank penyalur yang selama ini bekerja sama dengan pemerintah, yakni Mandiri, BNI, BRI, dan BSI.
Selain itu, bantuan tunai BLT Kesra sebesar Rp 900 ribu menjadi salah satu nominal yang paling banyak diterima.
Sejumlah keluarga juga melaporkan telah memperoleh beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter, yang masuk dalam kategori bantuan barang.
Laporan-laporan dari berbagai daerah memperkuat bahwa pencairan benar-benar berlangsung.
Penyaluran BLT Kesra tampak mendominasi, khususnya melalui Bank Mandiri untuk KKS lama, serta Bank BNI yang sudah lebih dulu mulai menyalurkan sejak Kamis (4/12/2025).
Untuk PKH, sejumlah penerima melaporkan saldo sudah masuk melalui BNI.
Sementara itu, BPNT Tahap 4 mulai menunjukkan pergerakan di beberapa wilayah seperti Jember, Jawa Timur, meski baru sedikit keluarga yang melapor menerima dana.
Dari sisi sistem, status di SIKS-NG juga telah memperlihatkan perkembangan yang signifikan.
BLT Kesra kini banyak berada pada status SI (Standing Instruction), yang menandakan proses transfer sedang berjalan dan biasanya membutuhkan waktu 1–7 hari sebelum dana benar-benar masuk.
Untuk BPNT Tahap 4, status yang ditampilkan adalah “Berhasil Cek Rekening”, sedangkan PKH Tahap 4 telah mencapai tahap SPM (Surat Perintah Membayar), yang berarti penyaluran tinggal menunggu eksekusi akhir.
Selain itu, PT Pos Indonesia telah mulai mendistribusikan undangan bagi penerima BLT Kesra yang pencairannya dilakukan secara tunai.
Di tengah percepatan penyaluran ini, Kementerian Sosial kembali mengingatkan seluruh penerima bantuan untuk memanfaatkan anggaran sesuai tujuan program.
Pemerintah menegaskan bahwa bansos harus digunakan untuk kebutuhan dasar seperti konsumsi bergizi, pendidikan anak, kesehatan keluarga, dan modal usaha berskala kecil.
Kemensos juga mengeluarkan daftar larangan yang harus dipatuhi seluruh penerima. Bantuan tidak boleh digunakan untuk membeli rokok, minuman keras, narkoba, atau bentuk pengeluaran lain yang tidak bermanfaat.
Pembayaran utang pribadi, cicilan, maupun pembelian barang-barang mewah seperti gadget mahal dan perhiasan juga dilarang keras.
Pemerintah menekankan pula bahwa dana bansos tidak boleh berkaitan dengan aktivitas perjudian, baik offline maupun online, serta tidak boleh digunakan untuk kepentingan politik.
Di luar penggunaan dana, Kemensos mengingatkan bahwa seluruh bantuan harus diterima secara utuh oleh penerima.
Tidak boleh ada pengalihan, jual beli, maupun pemotongan oleh pihak mana pun, termasuk pendamping atau aparat desa.
Pemerintah menegaskan komitmennya bahwa setiap keluarga berhak menerima 100 persen bantuan yang telah ditetapkan.
Dengan berbagai pencairan yang mulai bergerak sejak awal bulan, masyarakat diminta untuk terus memantau saldo, mengecek status di sistem, dan mengikuti instruksi resmi yang diberikan.
Percepatan ini diharapkan dapat membantu keluarga penerima manfaat memenuhi kebutuhan akhir tahun dengan lebih stabil. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya