Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Desa Adat Buleleng Kembali Gelar Pengerupukan Festival. Tahun Ini Tanpa Lomba, Fokus Parade Ogoh-ogoh

Eka Prasetya • Rabu, 21 Januari 2026 | 08:24 WIB

 

PENUH KRITIK: Ogoh-ogoh dengan tema "Bhuta Dasa Angkara Bumi" yang dibuat oleh Sekaa Truna Abhirama Devari, Banjar Adat Liligundi, Desa Adat Buleleng.
PENUH KRITIK: Ogoh-ogoh dengan tema "Bhuta Dasa Angkara Bumi" yang dibuat oleh Sekaa Truna Abhirama Devari, Banjar Adat Liligundi, Desa Adat Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Upaya mendorong kreativitas sekaligus memperkuat solidaritas generasi muda terus dilakukan Desa Adat Buleleng. 

Menyambut Hari Suci Nyepi Tahun 2026/1948 Saka, Desa Adat Buleleng kembali menggelar Pengerupukan Festival. Hanya saja konsepnya berbeda dari tahun sebelumnya.

Jika pada pelaksanaan perdana dikemas dalam bentuk lomba, tahun ini Pengerupukan Festival memilih format parade ogoh-ogoh. 

Konsep tersebut disepakati bersama oleh yowana Desa Adat Buleleng agar perayaan lebih menonjolkan nilai kebersamaan, tanpa tekanan kompetisi.

Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna mengatakan, perubahan konsep tersebut merupakan aspirasi para yowana dari 14 banjar adat yang ingin menjadikan festival sebagai ruang berekspresi bersama.

“Kami membebaskan yowana untuk berekspresi. Bahkan ogoh-ogoh anak-anak juga diperbolehkan ikut parade. Setiap banjar adat akan menampilkan maksimal lima ogoh-ogoh yang menjadi tanggung jawab masing-masing banjar,” ujar Sutrisna, Selasa (20/1/2026).

Ia menegaskan, seluruh rangkaian Pengerupukan Festival II sepenuhnya melibatkan yowana, baik sebagai peserta parade maupun panitia pelaksana. Desa adat, kata dia, hanya berperan sebagai fasilitator dan pemberi dukungan.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Buleleng itu juga mengungkapkan harapan besar agar Pengerupukan Festival Desa Adat Buleleng ke depan dapat menembus agenda nasional, khususnya masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN).

“Kami bersinergi dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata. Pada Pengerupukan Festival pertama, kegiatan ini disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata. Kami berharap tahun ini beliau bisa hadir kembali, dan kedepannya festival ini dapat masuk dalam agenda KEN,” imbuhnya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Buleleng. Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, menilai Pengerupukan Festival memiliki potensi kuat sebagai agenda budaya berskala nasional.

“Festival ini berpotensi masuk dalam agenda KEN. Namun, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, salah satunya festival tersebut minimal sudah digelar sebanyak tiga kali,” ungkapnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#ogoh-ogoh #desa adat buleleng #nyepi #Desa adat #yowana #buleleng #festival