Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Ratusan Peserta Ramaikan Bulan Bahasa Bali di Buleleng. Siap Berkompetisi Hingga ke Provinsi

Francelino Junior • Kamis, 12 Februari 2026 | 15:15 WIB

 

NYURAT AKSARA: Suasana perlombaan nyurat aksara serangkaian Bulan Bahasa Bali di Buleleng. Para pemenang akan mengikuti kompetisi di tingkat provinsi.
NYURAT AKSARA: Suasana perlombaan nyurat aksara serangkaian Bulan Bahasa Bali di Buleleng. Para pemenang akan mengikuti kompetisi di tingkat provinsi.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Semangat pelestarian Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali kembali digaungkan di Kabupaten Buleleng. 

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Buleleng menggelar Lomba Bulan Bahasa Bali ke VIII Tahun 2026 tingkat kabupaten, pada Kamis (12/2/2026).

Ajang tahunan tersebut menjadi bagian dari gerakan bersama pelestarian budaya Bali yang dilaksanakan berjenjang, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, desa adat, desa, hingga satuan pendidikan.

Kepala Disbudpar Buleleng, Nyoman Wisandika mengatakan, lomba tingkat kabupaten digelar sehari penuh dan pemenangnya langsung diumumkan.

“Para pemenang nantinya akan mewakili Buleleng di tingkat provinsi,” ujarnya.

Tahun ini, panitia menghadirkan enam kategori lomba, yakni Ngwacen Lontar, Nyurat Lontar, Pidarta Bahasa Bali, Mesatua Bahasa Bali, Debat Bahasa Bali tingkat SMA/SMK, serta Pidarta oleh Prajuru Adat. 

Peserta berasal dari berbagai jenjang, mulai dari SD, SMP, SMA/SMK, hingga unsur desa adat.

Wisandika menjelaskan, kategori lomba mengacu pada petunjuk teknis yang telah ditetapkan sebagai materi wajib. 

Berbeda dengan dua tahun lalu yang sempat menggelar lomba mengetik Aksara Bali berbasis keyboard, tahun ini kategori tersebut tidak masuk dalam daftar perlombaan.

“Yang kita laksanakan tahun ini adalah enam kategori wajib sesuai juknis. Namun ke depan, tidak menutup kemungkinan lomba keyboard Aksara Bali bisa kita hadirkan kembali,” jelasnya.

Lebih lanjut Wisandika mengatakan, Bulan Bahasa Bali merupakan momentum strategis untuk memperkuat identitas budaya di tengah arus modernisasi. 

Pemerintah daerah menekankan bahwa pelestarian Bahasa Bali tidak bisa hanya bertumpu pada seremoni tahunan.

“Kita tidak ingin Bulan Bahasa Bali hanya seremonial. Penguatan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali harus dimulai dari sekolah dan keluarga. Sudah ada regulasi yang menguatkan, tinggal bagaimana kita konsisten menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Wisandika.

Pemerintah berharap kualitas dan partisipasi peserta terus meningkat setiap tahun. Sehingga generasi muda juga menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri serta semangat menjaga warisan leluhur. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kebudayaan #aksara bali #bali #keyboard #Bulan Bahasa Bali #bahasa #sastra Bali #pariwisata #lontar #pendidikan #Desa adat #budaya #bahasa bali #aksara #buleleng #disbudpar #debat