Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Jelang Nyepi, Krama Desa Adat Kediri Siapkan Tradisi Sakral Tek Tekan Nangkluk Merana

Juliadi Radar Bali • Senin, 9 Maret 2026 | 15:46 WIB

 

TRADISI: Tradisi Tek Tekan di Desa Adat Kediri yang berlangsung pada tahun 2025 lalu.
TRADISI: Tradisi Tek Tekan di Desa Adat Kediri yang berlangsung pada tahun 2025 lalu.

RadarBuleleng.id – Hari pengerupukan di Bali biasanya identik dengan pengarakan ogoh-ogoh. Namun suasana berbeda akan berlangsung di Desa Adat Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. 

Warga setempat justru bersiap melaksanakan tradisi sakral Tek Tekan Nangkluk Merana menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948.

Tradisi ini telah rutin digelar sejak 2013 dan hingga kini dilaksanakan oleh krama dari tujuh banjar yang berada di wilayah Desa Adat Kediri.

Menjelang pelaksanaannya, berbagai persiapan mulai dilakukan oleh masyarakat. Salah satunya adalah prosesi penyucian sarana tradisi seperti okokan dan kentongan yang akan digunakan dalam ritual tersebut.

Prosesi penyucian telah dilakukan oleh krama Banjar Sema pada Sabtu (7/3/2026) di Beji Bingin Desa Adat Kediri. Ritual ini dilaksanakan sebagai bentuk permohonan keselamatan sekaligus menjaga kesakralan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Kelian Banjar Sema, I Ketut Budi Muliawan mengatakan, penyucian dilakukan sebelum perlengkapan digunakan dalam rangkaian kegiatan Tek Tekan yang akan dimulai pada 12 Maret hingga malam pengerupukan menjelang Nyepi.

“Perlengkapan seperti okokan, kentongan, dan perangkat baleganjur kami sucikan terlebih dahulu agar saat digunakan dalam kegiatan tek tekan tetap terjaga kesuciannya,” ujarnya.

Menurutnya, tradisi Tek Tekan tidak hanya memiliki makna religius sebagai simbol penolak bala, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan krama banjar dalam menjaga warisan budaya Bali.

“Prosesi ini rutin kami lakukan tiap tahun,” jelasnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Kediri, Ida Bagus Ketut Arsana menjelaskan, tradisi Tek Tekan Nangkluk Merana merupakan ritual turun-temurun yang dipercaya sebagai upaya menolak wabah penyakit maupun hama (merana) di wilayah desa adat.

Rangkaian tradisi ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai 12 hingga 17 Maret 2026. Dalam pelaksanaannya, krama dari tujuh banjar akan melakukan kegiatan ngider atau berkeliling desa sambil membunyikan okokan dan berbagai sarana tradisi lainnya.

“Tradisi ini dimaksudkan untuk memohon keselamatan dan keharmonisan wilayah desa menjelang Hari Raya Nyepi,” pungkasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#ogoh-ogoh #bali #Desa Adat Kediri #krama #okokan #hama #wabah #hari raya #Pengerupukan #sakral #Nangluk Merana #kentingan #kediri #tradisi #nyepi #Desa adat #baleganjur #tabanan #warisan budaya