Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Delegasi 6 Negara Ramaikan Bali International Rhythm Festival di Buleleng

Eka Prasetya • Kamis, 12 Maret 2026 | 13:43 WIB

 

PERTUKARAN BUDAYA: Penampilan salah satu delegasi dalam ajang Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) 2026.
PERTUKARAN BUDAYA: Penampilan salah satu delegasi dalam ajang Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) 2026.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Kabupaten Buleleng, Bali, kembali dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan budaya dunia melalui ajang Buleleng International Rhythm Festival (BIRF). 

Festival tersebut tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga menjadi ruang mempererat persahabatan antar negara.

Ajang BIRF 2026 dibuka di Gedung Kesenian Gde Manik, pada Rabu (11/3/2026). Tercatat ada enam negara yang terlibat. Yakni Indonesia, Korea Selatan, Thailand, Bulgaria, Filipina, dan Taiwan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, Nyoman Wisandika, menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung penyelenggaraan festival tersebut. 

Sejumlah lembaga yang terlibat di antaranya IOV Indonesia, UNESCO, Sanggar Selisari Budaya, Universitas Pendidikan Ganesha, serta berbagai sekolah dan lembaga pendidikan yang turut ambil bagian dalam festival ini.

"Kami berharap para delegasi menikmati waktu selama berada di Buleleng dan suatu hari nanti dapat kembali berkunjung. Mulai hari ini, kami menganggap Bapak dan Ibu sebagai Duta Buleleng di negara masing-masing,” ujar Wisandika.

Sementara itu, President IOV Indonesia, Andris Adhitra mengatakan, keterbukaan dan semangat masyarakat Buleleng menjadi alasan daerah ini dinilai layak menjadi tuan rumah festival internasional.

Ia menjelaskan, BIRF pertama kali digelar pada Maret 2025 dan sejak itu berkembang menjadi ruang pertemuan budaya dunia yang mempererat persahabatan antarbangsa.

Di tengah situasi global yang masih diwarnai berbagai konflik, festival ini diharapkan menjadi simbol persatuan. 

Melalui seni dan budaya, masyarakat dari berbagai latar belakang bahasa, warna kulit, dan budaya dapat bertemu dalam harmoni yang sama.

Menurutnya, masyarakat Buleleng juga patut berbangga karena festival internasional ini digagas dan diselenggarakan oleh putra-putri daerah yang memiliki komitmen memperkenalkan Buleleng ke dunia.

“Buleleng adalah tempat yang sangat indah, namun belum banyak dikenal di dunia. Misi kami adalah memperkenalkan Buleleng kepada dunia. Ketika kami kembali ke negara masing-masing, kami akan menceritakan tentang Buleleng kepada masyarakat dunia,” ujarnya.

Festival seni budaya dunia yang berlangsung selama tiga hari ini diharapkan mampu mengangkat nama Buleleng sebagai destinasi budaya internasional sekaligus menjadi ruang pertemuan yang mempererat persahabatan antarbangsa melalui seni dan budaya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #Buleleng International Rhythm Festival #Delegasi #bulgaria #taiwan #unesco #Sanggar #thailand #korea selatan #pendidikan #seni #BIRF #budaya #buleleng #filipina #festival #universitas pendidikan ganesha