SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Perayaan Hari Raya Paskah mencapai puncaknya pada Minggu (5/4/2026).
Rangkaian ibadah sebelumnya telah dimulai sejak Minggu Palma (29/3), dilanjutkan Kamis Putih (2/4), Jumat Agung (3/4), hingga Sabtu Suci (4/4).
Seluruh tahapan tersebut menggambarkan perjalanan Yesus Kristus sejak memasuki Kota Yerusalem, wafat, hingga kebangkitan-Nya.
Pembina Gereja Katolik Kelompok Doa Maria Dolorosa (KDMD) Buleleng, Yohanes Tanumiarja menyampaikan bahwa makna Paskah tidak hanya sebatas perayaan, tetapi momentum memperkuat iman.
”Kalau melewati masa prapaskah dengan baik, maka iman akan kuat dan kubur dosa dikosongkan. Supaya bangkit dengan Yesus,” ujar pria yang akrab disapa Romo Yan itu pada Minggu (5/4/2026).
Menurutnya, “kubur dosa” yang dimaksud adalah diri manusia itu sendiri yang masih belum sepenuhnya mengimani Tuhan.
Melalui kebangkitan Yesus Kristus, umat diajak untuk bangkit dari dosa dan meninggalkan rasa takut karena dikuatkan oleh-Nya.
Ia juga mengingatkan agar umat mampu bangkit dari berbagai godaan duniawi, termasuk tipu muslihat yang kerap muncul akibat ambisi kekuasaan dan materi.
”Kalau dalam diri ada dosa-dosa, mari kosongkan kubur diri ini. Supaya kuasa kebangkitan Yesus, memenuhi diri dan ikut bangkit menatap masa depan, menjadi manusia baru,” tandasnya.
Di akhir pesannya, Romo Yan mengajak umat tidak hanya merayakan sukacita Paskah, tetapi juga mengambil peran sebagai saksi kebangkitan dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya