Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tari Baris Duwe Mayungan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Juliadi Radar Bali • Sabtu, 18 April 2026 | 07:08 WIB
WARISAN BUDAYA: Tarian sakral Baris Duwe di Desa Adat Mayungan, Tabanan. Tarian tersebut diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). (Disbud Tabanan)
WARISAN BUDAYA: Tarian sakral Baris Duwe di Desa Adat Mayungan, Tabanan. Tarian tersebut diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). (Disbud Tabanan)

 

RadarBuleleng.id – Tarian sakral Baris Duwe milik Desa Adat Mayungan, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, mulai mendapat perhatian serius. 

Dinas Kebudayaan Tabanan kini tengah melakukan kajian dan penelitian sebagai langkah awal pengusulan tarian tersebut menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Tim Cagar Budaya dan Sejarah Disbud Tabanan bahkan telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pencatatan serta dokumentasi sebagai bagian dari proses penguatan data.

Kabid Cagar Budaya dan Sejarah Disbud Tabanan, I Nyoman Hartanegara, mengungkapkan bahwa pengusulan resmi direncanakan pada tahun 2027. 

Namun, sebelum itu, berbagai tahapan harus dilalui, termasuk kajian mendalam dari sisi sejarah hingga bentuk pertunjukan.

Menurutnya, Tari Baris Duwe memiliki karakteristik khas yang masih terjaga hingga kini. Tarian ini tetap dipentaskan dalam konteks ritual, khususnya saat upacara Pitra Yadnya di desa setempat.

"Sekarang ini tari Baris Duwe hanya dapat disaksikan saat ritual pitra yadnya yang digelar di Pura Desa," ujarnya, Senin (6/4/2026).

Keunikan lain dari tarian ini terletak pada dua bentuk pertunjukan yang berbeda, yakni Baris Tombak dan Baris Bedil. 

Baris Tombak diyakini telah ada sejak abad ke-15 pada masa Majapahit, sementara Baris Bedil berkembang pada era kolonial Belanda.

Selain nilai historis, fungsi tarian ini juga sarat makna spiritual. Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, 

Tari Baris Duwe dipercaya sebagai simbol perlindungan bagi masyarakat, baik secara sekala maupun niskala.

Menariknya, hingga kini tarian tersebut masih dilestarikan dan dimainkan langsung oleh warga Desa Adat Mayungan dalam setiap upacara adat.

“Usulan tari baris duwe ini masih kami lengkapi kajian dan data. Kami yang jelas telah turun survei dan melakukan dokumentasi,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#tari #sakral #dinas kebudayaan #wbtb #warisan budaya