Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Joged Bumbung Buleleng Hibur Penonton PKB 2026. Sentuhan Genggong dan Mandolin Makin Memukau

Francelino Junior • Senin, 15 Juni 2026 | 20:22 WIB
JOGED BUMBUNG: Penampilan Joged Bumbung dari Sanggar Seni Werdhi Suara Banjar Dinas Unusan, Desa Gobleg, Buleleng, pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026. (Pemkab Buleleng)
JOGED BUMBUNG: Penampilan Joged Bumbung dari Sanggar Seni Werdhi Suara Banjar Dinas Unusan, Desa Gobleg, Buleleng, pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026. (Pemkab Buleleng)

 

RadarBuleleng.id – Penampilan Duta Kabupaten Buleleng pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) Tahun 2026 sukses mencuri perhatian publik. 

Sanggar Seni Werdhi Suara Banjar Dinas Unusan, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, menghadirkan sajian Tari Joged Bumbung yang memadukan kekuatan tradisi dengan sentuhan kreativitas masa kini di Kalangan Madya Mandala Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu (14/6).

Ratusan penonton yang memadati arena pertunjukan tampak larut menikmati penampilan khas Buleleng tersebut. 

Gubernur Bali, Wayan Koster serta Komandan Korem 163/Wirasatya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra turut menyaksikan langsung suguhan seni yang sarat nilai budaya tersebut.

Pada kesempatan itu, Duta Kabupaten Buleleng mebarung dengan Sekaa Joged Bumbung Klasik Stuti Dharma Kanthi dari Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. 

Pertemuan dua kelompok seni tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam rangkaian PKB tahun ini.

Penata Tabuh Sanggar Seni Werdhi Suara, Gede Nikolas Candra Wiadi, mengungkapkan bahwa persiapan menuju panggung PKB telah dimulai sejak awal April 2026 setelah sanggarnya ditunjuk Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng sebagai duta daerah.

Menurut Nikolas, tampil di PKB merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi para seniman. 

Karena itu, mereka berupaya menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu memperkuat semangat pelestarian budaya Bali.

"Kami melakukan penggalian kembali terhadap kesenian Joged Bumbung khas Buleleng yang berkembang sejak era 1960-an. Proses revitalisasi dilakukan dengan melibatkan para seniman senior dan tokoh-tokoh yang masih memahami bentuk asli Joged Bumbung Buleleng," ujarnya.

Upaya revitalisasi itu terlihat dari koreografi tari maupun gending yang menghidupkan kembali karakter seni joged khas Bali Utara atau Denbukit. 

Gerakan penari yang enerjik berpadu dengan iringan gamelan Joged Bumbung Gobleg era 1960-an yang ceria dan komunikatif, menciptakan suasana pertunjukan yang hangat sekaligus menghibur.

Menariknya, di tengah upaya menghidupkan kembali bentuk klasik Joged Bumbung, Sanggar Seni Werdhi Suara juga menyisipkan sejumlah inovasi. 

Salah satunya melalui penggunaan alat musik genggong dan mandolin kuno yang memperkaya warna musikal dalam pertunjukan.

"Generasi muda perlu diberikan ruang untuk berkreasi. Namun, inovasi yang dilakukan tetap berpijak pada akar tradisi agar identitas seni Joged Bumbung Buleleng tetap terjaga," jelas Nikolas. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#joged bumbung #pesta kesenian bali #pkb #gobleg #buleleng