Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Debut di PKB 2026, Janger Remaja Buleleng Bangkitkan Warisan Seni Kalibukbuk Era 1960-an

Eka Prasetya • Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:32 WIB
JANGER: Penampilan Sekehe Yowana Mudita Desa Adat Kalibukbuk dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026. (Pemkab Buleleng)
JANGER: Penampilan Sekehe Yowana Mudita Desa Adat Kalibukbuk dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Untuk pertama kalinya, Kabupaten Buleleng mengirimkan wakil pada Parade Janger Remaja dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026. 

Debut itu ditandai penampilan Sekehe Yowana Mudita Desa Adat Kalibukbuk yang membawakan garapan berjudul “Atma Prasangka” di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Center Denpasar, Kamis (25/6/2026) malam.

Selain tampil perdana, duta Buleleng juga mengusung misi menghidupkan kembali warisan Janger khas Kalibukbuk yang pernah mencapai masa kejayaan pada era 1960-an.

Pembina garapan, Gede Adi Setiawan, mengungkapkan, karya tersebut lahir melalui proses riset yang cukup panjang. 

Bersama tim pembina tabuh dan vokal, mereka menelusuri jejak Janger Kalibukbuk dengan mewawancarai mantan penari, penonton, hingga para tetua desa yang masih menyimpan ingatan tentang kesenian tersebut.

"Kami sepakat mengangkat kembali Janger yang pernah eksis di Desa Adat Kalibukbuk sekitar tahun 1960-an. Gending-gending yang dibawakan merupakan hasil penelusuran dari para narasumber yang masih menyimpan ingatan tentang kesenian ini," ujar Adi.

Ia menjelaskan, garapan tersebut tetap mempertahankan struktur pertunjukan sesuai pakem Janger terdahulu. 

Pembaruan hanya dilakukan pada pengolahan gerak agar lebih sesuai dengan kebutuhan artistik pertunjukan masa kini. 

Sementara itu, gending dan vokal tetap dipertahankan mengikuti bentuk aslinya sebagai upaya menjaga autentisitas kesenian tersebut.

Lakon Atma Prasangka mengangkat tema tentang prasangka dalam kehidupan manusia. Cerita ini menggambarkan sikap seseorang yang mengetahui kebenaran tetapi memilih diam, maupun mereka yang merasa paling benar padahal justru keliru. 

Nilai tersebut kemudian dipadukan dengan konsep Atma Kerthi, yakni ajaran tentang kesadaran mengenali jati diri, menjaga keseimbangan jiwa, serta membangun keharmonisan hubungan antara purusa dan pradana.

Menurut Adi, garapan ini diharapkan menjadi ruang refleksi bagi masyarakat agar lebih mengenal dirinya sendiri.

Ia mengakui, proses penyusunan karya tidak dilakukan dalam waktu singkat. Selain menjalani latihan intensif selama sekitar tiga bulan, tim juga harus menghimpun berbagai informasi dari para narasumber untuk merekonstruksi bentuk Janger Kalibukbuk yang telah lama tidak dipentaskan.

"Semoga penampilan ini menjadi awal agar Janger di Kabupaten Buleleng terus eksis, berkembang, dan kembali menjadi identitas budaya yang diwariskan kepada generasi muda," pungkasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#kalibukbuk #pesta kesenian bali #janger #Desa adat #buleleng