SUKASADA, RadarBuleleng.id - Material longsor di Jalan Raya Denpasar-Singaraja, akhirnya berhasil dibersihkan.
Proses pembersihan dilakukan oleh relawan tangguh bencana di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada.
Ruas jalan dari arah Denpasar, sudah berhasil dibuka. Sehingga kendaraan juga bisa melintas, meski bergantian.
Sementara ruas jalan dari arah Singaraja masih tertutup material. Proses pembersihan material masih menunggu alat berat, karena material lumpur cukup tebal.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, tebing yang longsor memiliki ketinggian 15 meter dengan lebar 30 meter.
Akibat longsor tersebut, Jalan Raya Denpasar-Singaraja sempat mengalami kemacetan selama hampir satu jam.
Beruntung material bisa dibersihkan secara manual oleh para relawan. “Sebagian sudah dibantu oleh relawan, sehingga kendaraan bisa lewat,” ujarnya.
Baca Juga: Longsor Timbun Jalan Raya Singaraja-Denpasar. Kendaraan Tidak Bisa Melintas
Selanjutnya sisa material, akan dibersihkan menggunakan alat berat. Targetnya, seluruh material sudah bersih pada Senin malam.
Ariadi menghimbau, masyarakat yang melintas di Jalan Raya Denpasar-Singaraja meningkatkan kewaspadaan. Sebab berpotensi longsor susulan.
“Kalau kami lihat kondisi tanahnya, sangat rawan terjadi longsor susulan,” kata Ariadi.
Pihaknya akan memasang tanda peringatan sebagai langkah antisipasi. Termasuk memasang terpal pada tebing yang longsor, sehingga tidak tergerus air.
Sementara itu, Perbekel Gitgit, I Putu Arcana mengungkapkan, Jalan Raya Denpasar-Singaraja memang rentan terjadi tanah longsor.
Ia menyebut ruas sepanjang dua kilometer, mulai dari KM 17 hingga KM 19 sangat rentan dengan tanah longsor.
“Mulai dari Shortcut 8, sampai dengan Tugu Pahlawan Wira Bhuwana, itu yang paling rentan. Karena kondisi tebing dan kontur tanahnya,” kata Arcana.
Seperti diberitakan sebelumnya, Jalan Raya Singaraja-Denpasar, tepatnya di KM 17 tertimbun tanah longsor pada Senin (20/1/2025) pukul 15.30 sore. Akibatnya arus lalu lintas dari arah Denpasar maupun Singaraja tersendat.
Ketebalan material yang menutupi jalan raya mencapai pinggang orang dewasa. Relawan tangguh bencana di Desa Gitgit membersihkan material secara manual untuk membuka akses jalan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya