SUKASADA, RadarBuleleng.id – Sebuah truk bernomor polisi S 9445 NF mengalami kecelakaan tunggal di jalan raya ruas penghubung Desa Sambangan dengan Kelurahan Sukasada.
Kecelakaan itu terjadi di Lingkungan Sangket, Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Jumat (11/7/2025) sekitar pukul 12.30 Wita.
Truk itu dikemudikan Agus Sabariman, 49, warga asal Jember, Jawa Timur. Truk melaju dari arah Desa Sambangan menuju ke Sukasada.
Informasi yang dihimpun truk itu diketahui berangkat dari Jember hendak menuju ke Denpasar. Truk mengangkut muatan baja ringan.
Lantaran ada kerusakan jalan di ruas Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, mereka pun mengalihkan kendaraan via Kabupaten Buleleng.
Baca Juga: Ikut Jalur Bedugul, Sopir Truk dan Bus Diimbau Tidak Percaya Google Maps
Rupanya, si pengemudi baru pertama kali melintasi Buleleng. Ia pun mengandalkan fitur google maps untuk mencari jalur alternatif.
Peta mengarahkan pengemudi melalui Desa Sambangan, lalu melintasi jalur berbahaya penghubung antara Desa Sambangan dan Kelurahan Sukasada.
Saat hendak menaklukkan tanjakan, ternyata truk tak kuat melaju. Dampaknya truk mundur tak terkendali hingga terjun ke jurang. Beruntung sopir dan dua orang kernet berhasil selamat dalam peristiwa tersebut.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut. Menurutnya tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu. Namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 10 juta.
"Diduga karena pengemudi tidak mengetahui medan, sehingga pengemudi salah memilih jalan. Jalur itu memang tidak diperuntukkan bagi truk,” ujar Yohana.
Menurut Yohana, aparat kepolisian bersama Dinas Perhubungan sebenarnya sudah memasang tanda-tanda himbauan maupun rambu-rambu.
Bagi kendaraan yang datang dari arah Desa Sambangan, polisi juga telah memasang spanduk himbauan. Lokasinya ada di simpang tiga Desa Sambangan, tepatnya dekat kantor kepala desa.
“Kami menghimbau pengemudi tetap memperhatikan rambu-rambu dan spanduk himbauan. Jadi jangan terlalu mengikuti Google Maps, karena ada ruas jalan yang bukan diperuntukkan bagi kendaraan angkutan,” demikian Yohana. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya