SUKASADA, RadarBuleleng.id – Sebuah truk bermuatan tisu menabrak tebing di kawasan hutan lindung Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Kamis (17/7/2025) sekitar pukul 04.00 dini hari.
Kecelakaan tunggal tersebut diduga disebabkan karena sistem pengereman truk blong saat melintasi jalan menurun.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.00 Wita di Jalan Raya Denpasar-Singaraja KM 22, tepatnya di jalur menikung kawasan hutan lindung.
Truk dengan nomor polisi P 9754 V itu dikemudikan oleh Ansori, 56, asal Kecamatan Srono, Banyuwangi, Jawa Timur.
Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Ansori berhasil selamat dan tidak mengalami luka.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz mengatakan, truk diketahui melaju dari arah Singaraja menuju ke Denpasar.
“Saat berada di jalan menurun, sopir kehilangan kendali karena rem blong, sehingga kendaraan menabrak tebing di sisi kiri jalan dan terguling melintang di tengah jalan,” ungkap Iptu Yohana.
Dia menambahkan, dari hasil olah TKP dan pemeriksaan awal, tidak ditemukan indikasi pelanggaran berat.
“Diduga sopir tidak mengantisipasi kondisi rem yang tidak berfungsi saat menuruni tikungan tajam. Ini menjadi pengingat penting bagi pengendara truk agar selalu melakukan pengecekan rutin sebelum beroperasi, apalagi saat membawa muatan berat melewati jalur rawan seperti Jalan Raya Denpasar-Singaraja,” tegas Iptu Yohana.
Meski tidak ada korban, kerugian material akibat kecelakaan ini ditaksir mencapai Rp 10 juta, mengingat bagian depan truk mengalami kerusakan cukup parah.
Akibat kecelakaan tersebut, arus lalu lintas di Jalan Raya Denpasar-Singaraja sempat mengalami kemacetan panjang. Lantaran truk menutupi separo badan jalan.
Truk dan muatan akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 10.00 pagi. Arus lalu lintas dinyatakan kembali normal pada Kamis sekitar pukul 12.00 siang. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya