Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Duduk Santai Usai Sholat, Warga Pegayaman Diserang Pakai Trisula

Eka Prasetya • Rabu, 30 Juli 2025 | 20:39 WIB

 

Ilustrasi Perkelahian antar siswa kembali terjadi baru-baru ini di SMK Negeri 1 Abang.
Ilustrasi Perkelahian antar siswa kembali terjadi baru-baru ini di SMK Negeri 1 Abang.

SUKASADA, RadarBuleleng.id – Aksi penganiayaan membuat heboh warga di Banjar Dinas Timur, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Selasa (29/7/2025) pagi. 

Seorang pria bernama Sohihul Islam, 49, menjadi korban penyerangan saat baru saja pulang dari masjid dan tengah duduk santai di depan rumahnya sekitar pukul 06.00 WITA.

Peristiwa bermula saat korban baru saja pulang usai sholat subuh berjamaah. Saat sedang duduk-duduk tiba-tiba datang seorang pria yang bernama Fauzi, 51.

Ketika itu Fauzi datang mengendarai sepeda motor sambil membawa senjata logam berbentuk cabang atau menyerupai trisula. 

Begitu tiba di depan rumah korban, korban sempat bertanya kepada pelaku, "Ade ape ji?". 

Namun bukannya menjawab dengan jelas, pelaku justru langsung menyerang menggunakan senjata besi tersebut.

Baca Juga: Terlibat Perkelahian, Kepala Desa Selat dan  Warganya Saling Lapor

Korban mencoba menangkis dengan tangan kosong. Akibatnya, Sohihul mengalami luka memar dan bengkak pada rahang kiri serta lengan kanan. 

Bahkan diduga terjadi retakan pada kedua tangannya akibat benturan keras dengan senjata tumpul tersebut.

Dalam kondisi terdesak, korban spontan mengambil sebilah sabit yang berada di belakang pintu rumah dan melakukan perlawanan. 

Ia mengaku sempat menebas pelaku sebanyak dua kali. Beruntung, dua tetangga korban, Ahmad dan Ovan, segera datang dan melerai perkelahian yang nyaris berujung fatal itu.

Usai kejadian, korban melapor kepada kepala desa setempat. Laporan itu kemudian diteruskan ke Polsek Sukasada dan Polres Buleleng. 

Korban dan pelaku kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis karena sama-sama mengalami luka serius.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP I Gusti Nyoman Jaya Widura saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. 

Widura menyatakan, proses penyelidikan masih berjalan karena kedua pihak yang terlibat belum bisa dimintai keterangan.

“Sementara masih didalami ya, karena kedua belah pihak yang terlibat perkelahian masih dirawat inap. Walaupun salah satu pihak sudah membuat laporan, kami tetap harus melakukan pemeriksaan langsung. Tapi saat ini kondisi mereka belum memungkinkan untuk diperiksa,” jelasnya.

Dalam kasus ini, polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa sebilah sabit dan sebongkah logam trisula yang digunakan dalam aksi penganiayaan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#penganiayaan #duduk #bali #sepeda motor #pegayaman #penyerangan #masjid #trisula #Polres Buleleng #luka #Sabit #sukasada #senjata #sholat #buleleng