Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kecewa Dipermasalahkan, Warga Pancasari Bongkar Saluran Air

Eka Prasetya • Jumat, 23 Januari 2026 | 15:37 WIB

 

BONGKAR: Warga di Desa Pancasari membongkar saluran air yang dibuat secara swadaya pada tahun 2023 lalu. Penyebabnya saluran itu dipermasalahkan oleh salah satu investor.
BONGKAR: Warga di Desa Pancasari membongkar saluran air yang dibuat secara swadaya pada tahun 2023 lalu. Penyebabnya saluran itu dipermasalahkan oleh salah satu investor.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Puluhan warga di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, membongkar saluran air yang dibangun pada tahun 2023 lalu.

Saluran air tersebut berada di wilayah Banjar Dinas Lalanglinggah, Desa Pancasari. Tepatnya di belakang Pos Polisi Pancasari.

Adapun saluran air itu dibangun secara gotong royong alias swadaya oleh warga pada tahun 2023 lalu.

Warga membangun saluran tersebut untuk mengurangi dampak genangan banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Rencananya saluran tersebut akan terhubung dengan sodetan yang tengah dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng. 

Harapannya, genangan air akan makin lancar menuju Danau Buyan, sehingga banjir lebih cepat tertangani.

Namun sejak setahun belakangan, keberadaan saluran air tersebut dipermasalahkan oleh seorang investor yang memiliki usaha di dekat saluran air.

Panitia Khusus Tata Ruang, Aset dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali, sempat mendatangi lokasi saluran air tersebut pada Kamis (22/1/2026).

Namun warga menilai sidak tersebut belum tuntas. Bahkan tidak menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi warga. Terutama terkait keberadaan saluran air yang dibuat oleh warga.

Merasa kecewa, warga akhirnya memilih membongkar saluran air yang dibangun secara swadaya itu. Pembongkaran dilakukan tak lama setelah Pansus TRAP DPRD Bali meninggalkan lokasi tersebut.

Alhasil saluran air yang tadinya dalam kondisi permanen, bahkan bisa digunakan sebagai akses jalan, kini sudah dibongkar total.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Kamis (22/1/2026) Pansus TRAP DPRD Bali melakukan sidak ke Desa Pancasari. Salah satu agenda sidak adalah mengecek banjir di Pancasari.

Dalam sidak itu, salah satu lokasi yang didatangi Pansus TRAP DPRD Bali adalah saluran air yang dibuat warga secara swadaya pada tahun 2023 silam. Saluran itu kemudian dipermasalahkan oleh salah seorang investor.

Pansus sempat hendak mengecek dokumen perizinan investor yang ada di sekitar saluran air. Namun hal itu urung dilakukan karena hujan lebat keburu mengguyur lokasi sidak.

Alhasil warga pun merasa kecewa. Karena merasa sidak belum menjawab apa yang menjadi keresahan warga.

Perbekel Pancasari, Wayan Komiarsa, mengakui jika warga masih belum puas dengan hasil sidak tersebut. 

Ia menilai pansus belum memberikan jawaban atas pertanyaan krusial warga, khususnya terkait saluran air yang dibangun masyarakat secara swadaya.

“Saya merasa sidak hari ini (Kamis, 22 Januari 2026) belum selesai. Kalau memang saluran air yang dibuat tahun 2023 itu dipermasalahkan, warga siap menutup lagi. Tapi kami meminta, kepada siapapun pihak yang menyalahkan warga untuk mencarikan solusi. Karena masyarakat sudah berupaya mencari solusi mandiri untuk menyelesaikan banjir,” tegas Komiarsa. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #saluran air #Sodetan #pos polisi #warga #gotong royong #Swadaya #Pansus TRAP #investor #sukasada #banjir #buleleng #danau buyan #pancasari #dprd bali