Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Longsor Tutup Akses Jalan di Gitgit. Puluhan Keluarga Terisolir dan Aktivitas Warga Lumpuh

Francelino Junior • Kamis, 9 April 2026 | 17:07 WIB
LONGSOR: Warga bahu membahu membersihkan material longsor yang menutup akses jalan di Desa Gitgit, Buleleng. (BPBD Buleleng)
LONGSOR: Warga bahu membahu membersihkan material longsor yang menutup akses jalan di Desa Gitgit, Buleleng. (BPBD Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Bencana tanah longsor kembali melanda wilayah Kabupaten Buleleng, Bali. 

Sebanyak 27 Kepala Keluarga (KK) di Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, terisolir setelah akses jalan utama tertutup material longsor, Rabu (8/4/2026) sore.

Peristiwa tersebut terjadi di Tempekan Yeh Muncrat sekitar pukul 16.00 WITA, saat hujan masih mengguyur deras kawasan tersebut. 

Material longsor diketahui berasal dari kebun milik warga setempat yang posisinya lebih tinggi dari badan jalan.

Perbekel Desa Gitgit, I Putu Arcana, menjelaskan kondisi medan yang curam memperparah dampak longsor. 

Material dari ketinggian sekitar 70 meter dengan kemiringan mencapai 45 derajat langsung menutup akses jalan warga.

Akibatnya, aktivitas warga lumpuh total. Anak-anak tidak bisa bersekolah, sementara warga kesulitan keluar masuk wilayah karena satu-satunya akses tertutup.

”Posisi kebunnya 45 derajat.Ketinggian longsor 70 meter. Otomatis tutup jalan, anak-anak jadi tidak bisa sekolah, masyarakat tidak bisa keluar juga,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Upaya pembersihan sempat dilakukan secara gotong royong oleh warga pada Rabu sore. Namun, derasnya hujan yang kembali turun memaksa kegiatan dihentikan sementara demi menghindari risiko longsor susulan.

Hingga Kamis (9/4/2026), proses pembersihan baru mencapai sekitar 60 persen. Sisa material yang cukup berat seperti batu dan pohon berukuran besar menjadi kendala. 

Material longsor yang menutup jalan tidak hanya berupa tanah, tetapi juga pohon tumbang, bale bengong, kolam ikan, hingga pelinggih yang ikut terseret.

”Alat berat tidak bisa masuk, jadi hanya bisa dikerjakan manual saja,” tambah Arcana.

Kini, pembersihan masih terus dilakukan untuk membuka akses yang sebelumnya tertimbun material setebal sekitar 1,5 meter, dengan panjang 10 meter dan lebar 4 meter.

Proses penanganan melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat desa, staf kecamatan, tim TRC BPBD Buleleng, TNI-Polri, hingga masyarakat setempat.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh tingginya curah hujan yang menyebabkan tanah menjadi labil dan jenuh air.

”Longsor terjadi akibat gerusan dan limpasan air hujan, serta kondisi tanah yang labil serta jenuh air,” jelasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#longsor #gitgit #bpbd buleleng #material #buleleng