Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Jalan Rusak di Tegallinggah Tuai Keluhan Warga. Sudah Belasan Tahun Belum Tersentuh Perbaikan

Francelino Junior • Minggu, 31 Mei 2026 | 08:24 WIB
RUSAK: Kondisi kerusakan jalan di Banjar Dinas Bukit Sari, Desa Tegallinggah, Kabupaten Buleleng. Jalan tersebut tidak pernah tersentuh perbaikan sejak 2014 silam. (Eka Prasetya/Radar Buleleng)
RUSAK: Kondisi kerusakan jalan di Banjar Dinas Bukit Sari, Desa Tegallinggah, Kabupaten Buleleng. Jalan tersebut tidak pernah tersentuh perbaikan sejak 2014 silam. (Eka Prasetya/Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kerusakan jalan di Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, menuai keluhan warga. 

Ruas jalan penghubung Banjar Dinas Bukit Sari menuju Desa Asah Gobleg itu mengalami kerusakan cukup parah dan belum mendapat penanganan permanen sejak 2014.

Padahal, jalur tersebut menjadi akses alternatif penting bagi masyarakat menuju Denpasar melalui kawasan Wanagiri. 

Kondisi jalan berlubang dan rusak berat disebut semakin mengganggu aktivitas warga maupun pengendara yang melintas setiap hari.

Perbekel Desa Tegallinggah, Ketut Mudarna mengatakan keluhan masyarakat terus berdatangan karena jalan tersebut memiliki peran vital sebagai penghubung antar wilayah.

“Keluhan warga cukup banyak karena jalan ini akses alternatif menuju Denpasar. Sudah rusak sejak 2014,” ujar Mudarna.

Menurutnya, pemerintah desa selama ini hanya mampu melakukan penanganan sementara dengan menambal titik-titik jalan berlubang. 

Namun, perbaikan itu tidak bertahan lama karena kondisi jalan kembali rusak beberapa waktu kemudian.

“Kami hanya bisa tambal sementara, tetapi cepat rusak lagi,” katanya.

Mudarna menyebut Pemkab Buleleng sebenarnya telah memberi sinyal perbaikan jalan akan diupayakan melalui perubahan anggaran tahun 2026. 

Namun jika kondisi keuangan daerah belum memungkinkan, pengerjaan diperkirakan baru bisa direalisasikan pada 2027 mendatang.

“Kami sudah mendapat informasi dari Pak Wakil Bupati, mudah-mudahan bisa dikerjakan saat perubahan anggaran 2026. Kalau belum memungkinkan mungkin 2027,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, mengakui kondisi ruas jalan di Tegallinggah memang cukup memprihatinkan. 

Dirinya telah melihat langsung kondisi jalan rusak tersebut saat melakukan kunjungan penyerahan bantuan ke desa setempat.

“Kami melihat langsung jalannya masih banyak berlubang dan menuju rusak berat,” katanya.

Menurut Supriatna, ruas jalan yang mengalami kerusakan berat diperkirakan mencapai sekitar satu kilometer. 

Jalan tersebut telah masuk dalam rencana peningkatan jalan. Namun, keterbatasan anggaran membuat perbaikan belum dapat direalisasikan pada 2026 ini.

Supriatna meminta masyarakat memahami kondisi keuangan daerah yang saat ini juga difokuskan untuk sektor prioritas lain seperti pendidikan, kesehatan, dan pelayanan dasar masyarakat.

“Kami mohon maaf karena tahun ini belum bisa dikerjakan. Semua harus dilakukan bertahap karena anggaran terbatas,” ujarnya.

Meski demikian, Pemkab Buleleng berjanji tetap melakukan penanganan sementara apabila tersedia sisa material aspal tahun ini. 

Penambalan jalan akan dilakukan sambil menunggu proses peningkatan jalan secara menyeluruh pada tahun depan.

“Kalau nanti ada sisa aspal, akan kami tambal dulu sambil menunggu peningkatan jalan tahun depan,” kata Supriatna. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#jalan rusak #Tegallinggah #jalan #buleleng