Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Api Dupa Diduga Picu Kebakaran Toko di Panji, Kerugian Tembus Ratusan Juta

Francelino Junior • Rabu, 8 Juli 2026 | 07:45 WIB
HANGUS: Peristiwa kebakaran yang menghanguskan sebuah toko serba ada di Desa Panji, Kabupaten Buleleng. (Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng)
HANGUS: Peristiwa kebakaran yang menghanguskan sebuah toko serba ada di Desa Panji, Kabupaten Buleleng. (Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Api melalap Toko Ayu yang berlokasi di Jalan Ki Barak Panji, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Selasa (7/7/2026) pagi sekitar pukul 08.30 WITA. 

Dugaan sementara, kebakaran dipicu api dupa yang masih menyala usai digunakan untuk persembahyangan.

Pemilik toko, Kadek Ayu, 57, menuturkan, pagi itu sekitar pukul 06.00 WITA dirinya datang ke toko untuk melakukan persembahyangan di empat pelinggih yang berada di dalam bangunan. 

Setelah selesai bersembahyang, sekitar pukul 08.00 WITA ia meninggalkan toko, sementara dupa yang digunakan masih dalam kondisi menyala.

Tak berselang lama, Komang Sri Marheni, 42, warga yang rumahnya berada di dekat lokasi, melihat kepulan asap tebal disertai kobaran api dari dalam toko. 

Ia segera mendatangi Kadek Ayu untuk memberitahukan kejadian tersebut. Warga sekitar kemudian berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas tiba di lokasi.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan Tim Inafis bersama Unit Reskrim Polsek Sukasada mengarah pada dugaan bahwa api berasal dari dupa persembahyangan yang masih menyala.

“Hasil olah TKP Inafis dan Unit Reskrim Polsek Sukasada, diduga awal penyebab kebakaran karena dupa sembahyang yang masih menyala, saat korban meninggalkan toko,” ujarnya.

Mendapat laporan kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng langsung menerjunkan Regu 2 Pos Induk dengan kekuatan 14 personel serta dua unit armada pemadam berkapasitas total 8.000 liter air.

Saat kebakaran terjadi, bangunan permanen berukuran sekitar 9 x 10 meter itu dipenuhi berbagai barang dagangan, mulai dari sembako, perlengkapan sembahyang, hingga pakaian. 

Seluruh isi toko, termasuk uang tunai sekitar Rp 1,2 juta, habis dilalap api. Beruntung, struktur bangunan yang terbuat dari beton masih dapat diselamatkan.

Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian sedikitnya Rp 300 juta.

Kadek Ayu mengaku musibah serupa bukan kali pertama menimpa tokonya. Pada Desember 2025 lalu, toko yang sama juga sempat terbakar akibat dugaan korsleting listrik. 

Saat itu api hanya membakar sebagian kecil pakaian dan berhasil dipadamkan warga sebelum menyebar lebih luas.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng, I Gede Arya Suardana, mengatakan proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam sepuluh menit hingga api benar-benar berhasil dikendalikan.

"Penanganan dilaksanakan selama satu jam sepuluh menit, sebelum akhirnya api dapat dipadamkan," katanya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#kebakaran #pemadam kebakaran #toko #buleleng