Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Telkom Bagikan 10.000 Bibit Tanaman di Tejakula. Siap Bangun Ekosistem yang Lebih Baik

Eka Prasetya • Kamis, 20 Juni 2024 | 23:52 WIB
TANAM POHON: GM Telkom Witel Singaraja, Gede Arka Puniatmaja (dua dari kiri) bersama Kepala DLH Buleleng Gede Melandrat (paling kanan), menanam pohon di Hutan Desa Madenan.
TANAM POHON: GM Telkom Witel Singaraja, Gede Arka Puniatmaja (dua dari kiri) bersama Kepala DLH Buleleng Gede Melandrat (paling kanan), menanam pohon di Hutan Desa Madenan.

TEJAKULA, RadarBuleleng.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui unit Corporate Social Responsibility (CSR) bekerjasama dengan Yayasan Rumah Pintar Cahaya Kasih membagikan 10.000 bibit tanaman kepada masyarakat.

Puluhan ribu bibit tanaman itu akan ditanam di Desa Madenan dan Desa Les di Kecamatan Tejakula. 

Adapun proses penanaman akan dilakukan di kawasan hutan desa yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), baik itu di Desa Madenan maupun di Desa Les.

Bibit tanaman yang dipilih merupakan bibit tanaman Durian Ki Raja, Alpukat Jebelo, dan Manggis Gempeng. Puluhan ribu bibit itu akan ditanam di lahan seluas total 20 hektare.

Aksi penanaman pohon itu mengangkat tema “Menanam Pohon, Membangun Ekosistem”. Kegiatan itu merupakan salah satu implementasi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) ke-15, yakni menjaga ekosistem darat.

Tanaman itu diserahkan di Hutan Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, pada Kamis (20/6/2024).

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng, Gede Melandrat berterima kasih kepada Telkom atas bantuan pemberian bibit pohon. Ia juga berpesan agar bibit-bibit pohon yang diberikan dirawat sebaik mungkin. 

Dia pun mendorong agar desa mengembangkan produk sesuai dengan potensi kawasan, sehingga menjadi brand bagi desa itu.

“Saya harap kedepannya kalau memang mau menanam, carilah bibit yang memang sudah jadi brand di desa tersebut. Contohnya hari ini kita menanam Madenan. Kalau mau menanam durian, kita tanam saja bibit durian Ki Raja, tidak usah bawa durian jenis lain. Sehingga kedepan menjadi brand kawasan,” ujarnya.

Sementara itu, Perbekel Madenan, Gede Mustika mengatakan, pihaknya sengaja menanam di atas lahan hutan yang dikelola oleh LPHD. Harapannya bibit-bibit itu tidak diganggu orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Kami juga berharap kawasan ini bisa menjadi salah satu tempat edukasi eco wisata. Sehingga memberikan dampak bagi masyarakat kami,” ujarnya.

Terpisah, General Manager Telkom Witel Singaraja, Gede Arka Puniatmaja mengatakan, penanaman pohon itu merupakan salah satu upaya Telkom melestarikan lingkungan.

Menurut Arka saat ini terjadi pemanasan global yang menyebabkan kenaikan suhu bumi. Hal tersebut sangat berdampak serius terhadap ekosistem. Untuk itu Telkom terus mengarahkan CSR pada program pelestarian lingkungan.

“Tahun ini kami baru menanam 150 ribu pohon di seluruh Indonesia. Kegiatan yang kami lakukan ini, mungkin hanya gerakan kecil di tingkat global. Rapi kami harap apa yang kami lakukan akan berdampak pada ekosistem lingkungan,” ujarnya.

Gede Arka Puniatmaja menambahkan, pihaknya siap berpartisipasi untuk percepatan pembangunan desa, hal tersebut didukung dengan program digitalisasi baik bagi petani, UMKM maupun masyarakat umum. 

Dengan adanya jaringan internet dan platform digital, maka komunikasi antara petani di desa dan masyarakat di kota dapat terhubung dimana produk pertanian dapat terhubung dengan pasar secara digital seperti contohnya platform Agree dan PadiUMKM. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#les #tejakula #durian #pohon #telkom #Manggis #alpukat #Madenan #menanam pohon #buleleng