SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sebanyak 37 kepala keluarga dengan status miskin ekstrem, mendapat bantuan ayam buras dari Pemkab Buleleng.
Bantuan tersebut diharapkan bisa membantu meningkatkan pendapatan warga tersebut. Sehingga lambat laun keluarga tersebut bebas dari kategori miskin ekstrem.
Puluhan warga itu tinggal di Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar. Warga itu masuk kategori miskin ekstrem sebagaimana tercantum dalam SK Bupati Buleleng Nomor 251 Tahun 2023.
Baca Juga: Tebar Bau Busuk, Petugas Geruduk Usaha Ternak Ayam dan Itik
Pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Buleleng, akhirnya memberikan bantuan ayam buras kepada keluarga-keluarga tersebut.
Masing-masing keluarga mendapat bantuan 16-17 ekor ayam. Terdiri 14 ekor ayam betina, dan 2-3 ekor ayam pejantan.
Pemerintah sengaja menyalurkan ayam betina lebih banyak. Harapannya ayam-ayam itu bertelur dan menghasilkan indukan-indukan baru.
Sekretaris DKPP Buleleng, Ariston Adi Pamungkas mengatakan, kegiatan itu merupakan bagian dari program DKPP Pribadi. Khususnya lagi penyediaan pangan berbasis sumber daya lokal.
“Harapannya ayam-ayam itu bisa dikembangkan, sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga,” kata Ariston yang didampingi Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, I Wayan Susila, Selasa (23/7/2024).
Menurutnya, sebelum menyalurkan bantuan, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan pelatihan lebih dulu.
Warga penerima bantuan didorong membuat kandang. Sehingga peluang hidup ayam semakin besar.
Bila dilepasliarkan, ayam-ayam tersebut rentan terkena penyakit maupun dimangsa predator. “Termasuk rawan dicuri,” ungkapnya.
Selanjutnya warga diberikan pelatihan tata cara memelihara ayam buras. Pemerintah juga memberikan bantuan pakan.
Selain itu warga penerima bantuan juga didorong menyiapkan pakan alternatif. Sehingga saat pakan yang diberikan pemerintah habis, warga bisa menyiapkan pakan secara mandiri.
Bila dikelola dengan baik, pemerintah yakin ayam-ayam tersebut akan memberikan keuntungan ekonomi. Mengingat ayam itu akan menghasilkan hingga 100 butir telur setahun.
“Harapannya kan nanti kalau bertelur dipelihara dulu. Jadi nanti kalau anaknya pejantan, bisa dijual. Minimal jadi siap banten, yang betina dipelihara dulu biar jadi indukan baru,” harapnya.
Pemerintah juga mengingatkan kepada warga agar ayam bantuan tidak dijual. Pihaknya akan melakukan monitoring secara rutin, untuk memastikan ayam-ayam itu dikelola dengan baik. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya