Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wacana Pembelajaran Daring Tua Kritik. Proses Belajar Mengajar Tak Efektif

ND

PENUH SESAK: Suasana belajar mengajar di SDN 1 Seririt. Sekolah tersebut kekurangan guru.
PENUH SESAK: Suasana belajar mengajar di SDN 1 Seririt. Sekolah tersebut kekurangan guru.


Advertisement

RadarBuleleng.id – Wacana penerapan pembelajaran daring kembali mencuat seiring rencana kebijakan Work From Anywhere (WFA) dari pemerintah pusat. 

Namun, sejumlah pihak di daerah justru menilai sistem tersebut tidak efektif jika kembali diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.

Kebijakan belajar daring pernah diberlakukan pada pandemi covid-19 lalu. Saat itu proses belajar mengajar secara daring dilakukan selama setahun penuh.

Advertisement

Tatkala itu proses belajar mengajar daring menuai protes dari orang tua siswa. Karena dinilai tidak efektif dan menyulitkan masyarakat tidak mampu.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung, I Ketut Sujana, secara tegas mengungkapkan bahwa pembelajaran daring memiliki banyak kelemahan, terutama terhadap motivasi dan capaian belajar siswa.

“Daring tidak efektif dan tidak efisien meningkatkan prestasi anak. Semangat belajar anak juga cenderung menurun,” ujarnya.

Advertisement

Ia menilai, pengalaman selama pandemi Covid-19 menjadi bukti nyata bahwa sistem pembelajaran jarak jauh tidak mampu menggantikan efektivitas tatap muka di kelas. Interaksi terbatas antara guru dan siswa disebut menjadi salah satu kendala utama.

Selain itu, penerapan pembelajaran daring juga dinilai belum tentu relevan di semua daerah. 

Wilayah dengan mobilitas rendah, seperti Klungkung, dianggap tidak memerlukan kebijakan tersebut, terlebih jika hanya didasari alasan efisiensi bahan bakar minyak (BBM).

“Sekolah tidak perlu daring lagi, apalagi kalau hanya karena pertimbangan BBM,” tegasnya.

Senada, Kepala Disdikpora Bali, Ida Bagus Wesnawa Punia, menyebut pihaknya masih menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat. 

Meski demikian, ia menegaskan bahwa karakteristik daerah tetap akan menjadi pertimbangan utama dalam penerapan kebijakan pendidikan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Trauma Belum Pulih, Pelajar Korban Dugaan Pelecehan Terus Dapat Pendampingan Psikolog

Trauma Belum Pulih, Pelajar Korban Dugaan Pelecehan Terus Dapat Pendampingan Psikolog

Pelajar yang menjadi korban dugaan pelecehan oleh oknum guru di Buleleng masih menjalani pendampingan psikolog dari Dinsos P3A. Pendampingan dilakukan selama proses hukum berlangsung dan disesuaikan dengan jadwal sekolah

Guru SD di Buleleng Dipolisikan. Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Siswi SD

Guru SD di Buleleng Dipolisikan. Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Siswi SD

Polres Buleleng masih menyelidiki dugaan kekerasan seksual terhadap siswi SD di Singaraja. Seorang guru berstatus terlapor, sementara penyidik Unit PPA terus memeriksa saksi dan mengumpulkan alat bukti.

Viral karena Coretan Doodle di Lembar Ulangan, Guru Asal Buleleng Ini Ubah Nilai Jelek Jadi Motivasi Belajar

Viral karena Coretan Doodle di Lembar Ulangan, Guru Asal Buleleng Ini Ubah Nilai Jelek Jadi Motivasi Belajar

Viral di media sosial, guru asal Buleleng Putu Putri Adelia Savitri memberi doodle lucu dan pesan motivasi di lembar ulangan siswa. Cara unik ini sukses meningkatkan semangat belajar anak-anak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer